Merindu Edinburgh

Posted: February 19, 2012 in Kim's Journey

pojokan cafe The Elephant House

Seolah menjadi sebuah kebiasaan, wanita itu selalu datang ke cafe yang sama dan memilih tempat duduk dengan posisi yang nyaris tidak pernah berubah. Dia selalu memilih meja yang terletak di sudut bagian belakang cafe, tepat disamping jendela besar dengan pemandangan Edinburgh Castle yang megah. Wanita pirang itu selalu tampak menatap istana sekaligus benteng yang telah menjadi saksi sejarah perkembangan kota Edinburgh tersebut.

Malam berganti siang, hari berganti hari, wanita itu selalu datang menghabiskan beberapa jam dari hidupnya untuk duduk di posisi yang sudah menjadi kesukaannya. Pengunjung lain tidak banyak yang memperhatikan sampai kemudian seri-seri awal Harry Potter menjadi best seller di seluruh dunia. Orang-orang kemudian mengenal wanita itu sebagai J.K Rowling, sang pengarang master piece kisah penyihir muda dengan luka di dahinya.

Saat ini, salah satu alasan begitu banyak wisatawan mengunjungi cafe The Elephant House di Jalan George IV Bridge nomor 21, Edinburgh itu adalah untuk mencoba menapak tilas sang pengarang ketika memulai awal-awal goresan kisah para penyihir Hogwarts. Bukti yang paling nyata dari begitu banyaknya penggemar yang mendedikasikan diri untuk datang ke cafe yang dibuka sejak tahun 1995 itu adalah mamento yang mereka tinggalkan di toilet. Tulisan tangan para penggemar yang menyatakan apresiasi dan komentar tentang J.K Rowling dan Harry Potternya tampak menghiasi dinding kuning gading cafe tersebut.

Ungkapan penggemar Harry Potter

Meskipun The Elephant House banyak menarik minat wisatawan untuk datang ke Edinburgh, tapi keindahan ibukota Scotlandia tersebut ternyata tidak berhenti pada cafe itu saja. Begitu banyak landmark lain yang bisa menggambarkan sejarah tua Edinburgh. Arthur seat, jalan Royal Mile, Holyrood Palace (Istana tempat peristirahatan Ratu Inggris jika berkunjung ke kota asal suaminya, Edinburgh), dan masih banyak lagi tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Edinburgh adalah kota indah yang tidak cukup satu hari untuk menjelajahi sejarah dan keeleganannya.

Untuk mengunjungi Edinburgh dari London, transportasi yang paling cocok adalah kereta. Perjalanan selama 5 jam itu akan ditemani dengan pemandangan pantai timur dan alam pedesaan Inggris. Jika memesan tiket melalui http://www.thetrainline.com sejak jauh-jauh hari, tiket perjalanan pulang pergi London – Edinburgh bisa dibeli dengan harga sekitar £60 – £70. Kisaran harga yang tidak sedikit memang. Oleh karena itu, sebaiknya tentukan waktu-waktu yang tepat untuk datang ke Edinburgh. Disarankan untuk datang pada saat festival-festival besar diselenggarakan, seperti Hogmanny yang merupakan pesta tutup tahun di kota itu.

Setelah sampai di Edinburgh, jangan hanya terpesona pada keindahan dan keramahan kota Adam Smith itu. Tapi cobalah jelajahi sisi lain dari Scotlandia, yaitu wisata alamnya yang bakal mampu menguras file kamera. Mengunjungi Highland adalah alternatif terbaik untuk menikmati alam Scotlandia. Setidaknya, jika tidak ada salju di London, maka Highland merupakan tempat yang sesuai untuk merasakan pengalaman bermain es putih itu.

Highland, sesuai dengan namanya merupakan daerah-daerah dataran tinggi yang ada di sekeliling Scotlandia. Salah satunya adalah Fort Williams kota tempat gunung Ben Navis menjulang tinggi. Bagi mereka yang menyukai olahraga musim dingin, maka tempat itu cocok untuk masuk dalam buku referensi wisata alam yang patut dikunjungi. Untuk mencapai For Williams, dibutuhkan waktu 4 jam perjalanan dengan kereta dari Edinburgh, tiket on the spotnya sekitar £44. Tiket cenderung lebih murah jika dibeli jauh-jauh hari. Tapi, selain dengan kereta, bus sebenarnya jauh lebih disarankan. Karena rute yang diambil justru menawarkan pemandangan alam yang menawan. Tiket dari Glasgow ke Fort Williams bisa dibeli dengan harga sekitar £23 dengan waktu tempuh 3 sampai 4 jam. Tiket bus Edinburgh ke Glasgow hanya sekitar £7 dengan lama perjalanan sekitar 1 jam saja.

Jika sudah sampai di Fort Williams, jangan khawatir tentang penginapan. Sebagai kota yang sepertinya didedikasikan untuk para wisatawan yang hendak pergi ke gunung Ben Navis, ada banyak level penginapan yang dipilih. Level paling murah adalah hostel (hotel untuk para backpacker) dengan harga sekitar £15 sampai £20 per orang. Dalam satu kamar kita bisa berbagi dengan orang lain yang mungkin bisa menjadi teman-teman baru.

hamparan salju puncak Ben Navis

Selesai melepas lelah di hostel, saatnya untuk pergi menuju Ben Navis. Taksi yang banyak tersedia di sekitar pusat perbelanjaan di Fort Williams bisa disewa dengan harga £15 untuk mengantarkan menuju gunung tersebut. Waktu tempuhnya hanya 15 menit saja. Sesampainya di Ben Navis, kita bisa menikmati berbagai macam fasilitas yang disediakan, tentunya dengan harga-harga yang sudah ditetapkan. Mulai dari menyewa sepeda, alat ski, alat snowboarding, les singkat olahraga salju, atau menaiki gondola menuju puncak Ben Navis untuk menikmati hamparan salju yang luas. Tapi sebelum merencanakan untuk pergi ke Ben Navis, sangat disarankan untuk melihat ramalan cuaca. Karena jika angin terlalu kencang, maka gondola tidak akan beroperasi. Selebihnya, jika cuaca mendukung, maka nikmatilah segala daya tarik yang ada.

Cheers

Advertisements
Comments
  1. xhino says:

    nice post bang Rosyid… wanna go Edinburgh once again after reading this post 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s