London Day 71

Posted: November 24, 2011 in Kim's Journey

24 November 2011, berikut tulisan saya yang juga bisa dibaca di http://ppilondon.wordpress.com/about-london/

Secuil Tentang London

London merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di Inggris. Dahulu, ibukota Inggris ini merupakan salah satu wilayah kekuasaan Kerajaan Romawi yang disebut Londinium. Pada awalnya kota London hanya mencakup pinggiran Sungai Thames saja. Lalu setelah kedatangan bangsa Romawi pada abad I, kota itu semakin berkembang. Hingga saat ini menjadi salah satu kota terpadat di Eropa.

Pendudukan London datang dari berbagai suku dan bangsa. Tidak hanya mereka yang berkulit putih saja yang bisa tinggal dan mendapatkan kewarganegaraan Inggris di kota itu. Masyarakat Pakistan, Bangladesh, India, Carribia, China, Taiwan, dan banyak bangsa yang lain juga sudah menetap dan tinggal sangat lama di London. Sebagian besar dari mereka bisa dikatakan sudah menjadi warga negara Inggris.

Sebagai titik temu persilangan berbagai axis budaya di dunia ini, London menjadi kota yang sangat terbuka. Masyarakat kota tersebut cenderung lebih menerima perbedaan. Selain itu, percampuran budaya di London juga dikarenakan kota itu merupakan salah satu tujuan wisata di dunia. Sehingga celah datangnya masyarakat dari bangsa lain, yang tentu saja membawa budaya mereka sendiri-sendiri, semakin terbuka lebar.

Dari gambaran umum itu, sebenarnya tidak sulit untuk hidup di London. Bagi mereka yang beragama Islam, menemukan makanan halal bisa dikatakan mudah. Di beberapa daerah, terutama yang padat dengan penduduk imigran muslim, banyak ditemukan toko-toko daging halal. Bahkan, mereka yang merindukan cita rasa masakan Indonesia atau Melayu, banyak sekali tersebar restoran-restoran yang menyediakan berbagai macam menu khas Indonesia atau Melayu.

Bagi mereka yang pertama kali menginjakkan kaki di London. Hal yang perlu dipahami adalah London ini terbagai menjadi beberapa zona yang penentuannya didasarkan pada sistem transportasi dan pola pembayarannya. Karena terbagai-bagi dari zona-zona tertentu itulah, istilah Greater London muncul. Sebuah kota yang lingkupnya sangat luas.

Pemerintah membagi London menjadi 9 zona. Jika diasosiasikan dengan Jakarta, Zona 1 adalah kawasan Monas dan sekitarnya. ZOna 1 ini merupakan Central London, atau zona pusat dari kota London. Karena posisinya itulah, maka harga-harga di daerah ini cenderung lebih mahal. Terutama dari sisi akomodasinya. Dalam beberapa kasus, makanan di daerah ini juga cenderung lebih mahal.

Dimulai dari zona 1 lalu zona-zona itu melebar hingga ke zona 9. Semakin tinggi zona-nya, maka akan harga-harga cenderung lebih murah. Seperti contohnya jika di Indonesia, harga-harga di Depok akan cenderung lebih murah daripada di pusat kota Jakarta. Namun, konsekuensi dari semakin besarnya angka zona itu, adalah biaya transportasi. Semakin jauh lokasinya, tentu akan semakin banyak biaya transportasi yang dikeluarkan. Biasanya untuk mengakali kondisi ini, banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di zona 1, memilih untuk tinggal di zona 3 atau 4. Karena, jaraknya tidak terlalu jauh, dan harga-harga di zona 3 atau 4 masih cukup terjangkau.

Jika sudah memahami kondisi ini, maka akan sangat mudah untuk menentukan akomodasi mana yang dipilih dan bagaimana pola transportasi yang akan diambil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s