London Day 40

Posted: October 23, 2011 in Kim's Journey

Day 40

23 Oktober 2011. Lebih dari sebulan tinggal di London, banyak pengalaman baru yang saya dapatkan. Sebagian besar menyenangkan dan sampai saat ini ada satu hal yang bisa dibilang menjengkelkan.

Apakah itu? Dia adalah FIRE ALARM.

FIRE ALARM adalah pengembangan dari pendeteksi asap yang ditemukan oleh penemu Amerika, Francis Thomas Upton pada tahun 1890. Mulai saat itulah system penanda terjadinya kebakaran mulai digunakan. Pada tahun 1975 dua orang usahawan, Peterson dan Pearsall mulai memproduksi pendeteksi asap itu. FIRE ALARM kemudian menjadi umum dipasang di gedung atau rumah hingga saat ini. Pada dasarnya, cara kerja alat ini sangat sederhana. Jika sensor mendeteksi ada asap pekat di sebuah ruangan, maka system akan menyalakan tanda peringatan. Tanda yang paling umum ada suara sirene.

Ide untuk memasang FIRE ALARM di sebuah gedung adalah ide yang brilliant. Alat tersebut akan memberikan peringatan awal pada para penghuni atau pengguna gedung jika tanda-tanda awal kebakaran terjadi. Tapi bagaimana jadinya jika alarm itu menjadi sangat sensitif?

Jawabannya adalah, kita akan disibukkan dengan aktivitas evakuasi berulang-ulang kali dan suara nyaringnya membuat telinga tidak nyaman. Hal ini bisa menjadi sangat melelahkan. Namun, hal inilah yang sering kami alami di akomodasi kampus Universitas Brunel.

FIRE ALARM di setiap gedung akomodasi sepertinya dibuat sangat sensitif. Pernah alarm tersebut berbunyi hanya karena uap ketika seseorang mandi dengan air panas. Dalam kejadian lain, alarm itu teraktifasi hanya karena parfum. Berjaga-jaga memang penting, tapi ya jangan terlalu sensitive lah, rileks saja hehehe.

Pihak akomodasi memang sudah mengingatkan kami, para penghuni, tentang hal menjengkelkan ini. Tapi dengan temperature udara yang tidak bersahabat dengan kulit Indonesia saya ini, FIRE ALARM justru menjadi hal yang paling tidak menyenangkan. Seperti halnya malam ini, kami harus keluar gedung pada suhu 13 derajat dan angin yang bertiup kencang. Beberapa hari yang lalu, pada pagi-pagi buta, kami harus bergegas keluar gedung karena tiba-tiba suara sirene dari FIRE ALARM mengangum. Padahal di luar suhunya dibawah 9 derajat, belum lagi mata yang masih 5 watt.

Hal ini terjadi, tidak hanya di gedung tempat saya tinggal. Tapi di gedung-gedung akomodasi lain juga. Pernah, FIRE ALARM di Central Hall, gedung yang berada tempat di depan gedung tempat saya tinggal, menyala pada sekitar pukul 3 pagi. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi para penghuninya.

Nah, aktivitas tidak menyenangkan itu ternyata, kata seorang teman, tidak berhenti pada masalah alarm yang terlalu sensitive. Katanya, nanti, pada musim dingin, pihak keamanan universitas akan menjalankan program uji coba FIRE ALARM itu secara acak. Jadi bisa saja pada tengah malam, saat suhu minus, kita harus keluar kamar, melakukan prosedur evakuasi, dan itu semua hanya untuk uji coba.

Hmmmmm selamat menikamati aja deh….cheerss..

 

Advertisements
Comments
  1. ZiE says:

    masih untung ga bunyi bau kamu kim wkwkwk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s