London Day 23

Posted: October 6, 2011 in Kim's Journey

Day 23

6 Oktober 2011. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Di London, harus selalu siap sedia terhadap segala perubahan cuaca. Jika di ada fasilitas ramalan cuaca di handphone, maka selalu aktifkan lah. Karena bisa saja mendung di pagi hari, cerah di siang hari, tetapi hujan lebat di sore hari. Cuaca menjadi semakin tidak menentu disini.

Sedikit berlebihan memang, tapi itulah yang terjadi. Saat ini (pukul 10.22 malam) indicator suhu yang ada di laptop saya menunjukan temperature 11 derajat celcius. Belum pernah dalam hidup saya merasakan suhu serendah ini. Kalaupun menggunakan AC, paling mentok suhunya sampai 15 derajat.

Saat ini London memang sedang memasuki musim gugur. Bisa dibilang ancang-ancang sebelum musim dingin tiba. Tidak bisa saya bayangkan bagaimana rendahnya temperature udara saat musim dingin nanti. Beberapa persiapan sih sudah dilakukan. Termasuk membeli jaket tebal dan beberapa aksesoris pelindung tubuh saat cuaca ekstrim nanti.

Kembali ke topic. Suhu 11 derajat celcius. Meski berada di dalam kamar, rasa dingin tetap saja menusuk-nusuk kaki. Pihak universitas pernah bilang akan menyalakan penghangat ruangan pada bulan Oktober. Tapi sepertinya janji tinggal janji saja. Sampai saat ini benda mirip AC tapi lebih pipih yang terpasang di dekat pintu masuk kamar saya itu belum juga menyala. Hasilnya, pertahanan terhadap dingin hanya bisa dilakukan dengan selimut yang tebal.

Selain suhu udara yang dingin. London ini juga terkenal dengan anginnya yang kencang. Seperti yang terjadi saat saya menuliskan blog ini. Di luar terdengar suara angina mendesis melewati rongga-rongga kecil yang ada di gedung asrama. Desisan bisa terdengar sangat jelas, yang artinya angin sedang bertiup kencang. Karena kondisi seperti ini, disarankan bagi mereka yang akan ke London untuk menyiapkan payung yang kuat. Jika tidak, payung itu hanya akan patah atau terbalik.

Ngomong-ngomong soal angin, saya jadi rindu dengan Jakarta. Ibu kota Indonesia itu kalau sudah masuk musim hujan, rajin banget disamperin angina kencang. Sampai-sampai berita pohon roboh menimpa mobil sering sekali muncul menghiasi kolom-kolom berita di koran atau penyedia berita online. Bahkan pernah suatu sore, ada angina puting beliung mampir di daerah dekat kantor saya dulu di Jalan Warung Buncit. Saking kencangnya angin itu, seng-seng penutup proyek mall di depan kantor saya berterbangan. Saat itu Pejaten Village Mall belum sepenuhnya rampung.

Mengingat hal itu, semoga angin kencang yang sedang terjadi sekarang di sekitara kampus Brunel ini tidak melukai atau mencelakakan orang. Anggap saja desisan angina kencang ini sebagai melodi yang menemani saya menghabiskan waktu membaca setumpuk buku-buku tebal yang ada adalam reading list dua mata kuliah yang saya ambil.

Tetap semangat, meski suhu mulai dingin.

Advertisements
Comments
  1. ZiE says:

    ratau ados koe kim nek adem ngunu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s