London Day 21

Posted: October 4, 2011 in Kim's Journey

Day 21

4 Oktober 2011. Satu informasi lagi yang patut dipertimbangkan saat memilih sekolah atau tinggal di London adalah sering-sering memantau ramalan cuaca. Karena yang namanya temperature dan kondisi cuaca disini sudah seperti roller coster.

Bagi orang Indonesia, seperti saya yang kampungan ini, hanya mengenal dua iklim. Panas dan panas banget, terutama yang tinggal Jakarta, hehehehe. Sejak awal tahun 2011 sampai saya terbang ke Inggris, hujan jarang sekali terjadi. Hanya ketika saya sudah berada di Inggris, istri mengabari bahwa Jakarta sudah mulai hujan deras. Intinya, orang-orang seperti saya ini sudah sangat terbiasa dengan kondisi panas dan gerah.

Berbeda dengan di London. Pada awal-awal menjejakkan kaki di negerinya Queen Elizabeth ini, temperaturnya cukup rendah menurut ukuran saya. Berikisar 15 sampai 16 derajat. Padahal ketika itu masih musim panas. Karena tubuh yang berusaha beradaptasi, bibir saya sangat kering dan pecah-pecah.

Lama-kelamaan tubuh sudah mulai terbiasa dengan suhu dingin. Namun, di minggu terakhir bulan September kemarin, terjadi fenomena yang bagi orang Inggris sendiri aneh. Seharusnya pada masa-masa itu suhu bertambah dingin karena akan memasuki musim gugur. Tapi ternyata, justru matahari semangat banget bersinar. Langit London yang biasanya mendung, saat itu terang benderang. Bahkan pada Sabtu, 1 Oktober 2011, yang suhunya mencapai 29 derajat celcius, dianggap sebagai hari paling panas di bulan Oktober dalam beberapa tahun terakhir.

Jadi tidak heran jika mereka memanfaatkan hari cerah tersebut untuk keluar rumah. Pusat kota London seakan penuh dengan manusia. Taman, tempat tujuan wisata, pusat perbelanjaan semua dipadati manusia. “Mereka sedang menikmati surga, karena minggu depan suhu pasti akan dingin,” kata George, teman satu flat saya yang berasal dari Yunani pada malam harinya.

Benar saja, setelah matahari tetap terik pada hari Senin, 3 Oktober 2011. Hari Selasa ini cuaca seakan diputar balik. Sejak pagi langit London sudah mendung. Ketika itu, saya merasa mendung ini hanya sementara. Jadi saya memutuskan untuk mencuci celana jeans. Celana ini sengaja saya cuci manual karena warnanya yang luntur.

Tapi bodohnya, saya tidak memperhatikan perkiraan cuaca hari ini. Dari yang saya pikir akan terik seperti hari-hari sebelumnya. Ternyata hari ini full mendung, disertai hujan rintik-rintik. Nasib-nasib, celana yang sudah diperas akhirnya hanya bisa dijemur di kamar mandi.

Keanehan cuaca ini tidak hanya dirasakan oleh saya sendiri. Beberapa teman kuliah juga heran dengan cuaca yang tiba-tiba berubah 180 derajat. Beberapa ada yang kemudian berganti kostum. Dari awalnya yang agak terbuka, menjadi tertutup dan berjaket. Karena suhu yang dingin, ditambah lagi angin yang kencang.

Pengalaman memang sesuatu yang sangat berharga. Mulai saat ini, rajin-rajinlah memantau ramalan cuaca di London.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s