London Day 9

Posted: September 24, 2011 in Kim's Journey

Day 9

22 September 2011. Wah perjalanan panjang dari Uxbridge ke Central London memang menguras waktu. Pulang dari sana pukul 21.30, sampai asrama kampus udah tengah malam, jadi udah kecapekan untuk nulis jurnal. Bener-bener deh.

Tapi ga pa-pa lah, resiko. Nah makanya selagi sempat di hari Sabtu (24/09) pagi yang cerah ini, saya sempatkan untuk  menuliskan apa yang terjadi pada hari kesembilan saya di London.  Kisahnya sih tidak terlalu menarik. Saya dan beberapa orang teman hanya mengunjungi Brick Lane, salah satu daerah yang lumayan terkenal di London. Sebenarnya kita ingin menemui seseorang disana, tetapi rencana berubah. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari makanan bernuansa India.

Brick lane adalah jalan yang terletak di East End London. Dahulu, sesuai dengan namanya, jalan tersebut terbuat dari batu bata. Sekarang yang tersisanya hanya bangunan-bangunannya saja yang tampak seragam dengan susunan batu bata merah tanpa tertutup semen. Kawasan ini sangat terkenal dengan masakan karinya, karena menjadi pusat komunitas Bangladesh dan sepertinya juga komunitas India.  Jadi tidak mengherankan jika dimana-mana banyak sekali restaurant yang menawarkan masakan dari daerah itu, terutama karinya.

Cara mereka menarik pengunjung bagi saya cukup unik. Ada satu orang yang berdandan rapi di depan pintu restoran dan menawarkan segala macam makanan yang ada. Termasuk disakon-diskon yang diberikan. Hampir setiap restoran menggunakan metode yang sama. Tapi kami tidak tertarik dengan tawaran mereka, karena kami sudah memiliki tujuan, yaitu ke Restoran Tayyabs.

Restoran ini sepertinya terkenal, karena teman saya sudah sangat tertuju pada restoran itu. Tidak ada yang bisa mengganggu pilihannya. Tayyabs terkenal enak dengan daging panggangnya dan masakan khas India.

Kembali ke Brick Lane, ternyata bukan hanya terkenal dengan restoran bernuansa masakan kari saja. Tetapi pada setiap Minggu pagi, jalan ini ramai dengan orang-orang yang berdagang. Ya, benar. Jalan itu menjadi semacam pasar dadakan yang menjajakan segala macam hal. Mulai dari barang antik, makanan, pakaian, dan yang lain-lain.

Selain itu, Brick Lane yang dekat sekali dengan daerah Whitecapel ini juga menjadi salah satu lokasi pembunuhan Jack Ther Ripper. Sudah pada tahu kan siapa Jack The Ripper ini. Dia adalah pembunuh berantai yang korbannya mencapai 11 orang. Semua yang dibunuhnya adalah wanita. Nah, benda-benda yang terkait dengan Jack The Ripper ini disimpan museum  di Royal Hospital London. Letaknya tidak jauh dari Brick Lane. Di museum itu juga disimpan Joseph Merrick si manusia gajah.

Setelah menyusuri Brick Lane, belok kanan, belok kiri, lurus lagi, belok lagi, akhirnya kami sampai di 83 Fieldgate Street tempatnya Restoran Tayyabs. Dari restoran itu tampak diujung jalan bagian belakang Royal Hospital London yang saya ceritakan tadi. Begitu, sampai rasanya perut ini ingin segera diisi. Tapi malangnya, antrian untuk mendapatkan tempat duduk panjang sekali. Ya namanya juga restoran terkenal. Akhirnya, setelah sekitar 30 menit berjalan untuk mencari restoran itu, kamu urung makan disana. Kami tidak sanggup lagi mengantri.  Rasa lapar kami akhirnya terpuaskan di restoran lain yang juga menyuguhkan masakan India.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s