London Day 10

Posted: September 24, 2011 in Kim's Journey

Day 10

23 September 2011. Hari ini adalah hari yang monumental bagi saya. Sebab saya terpilih menjadi Ketua PPI London 2011 -2012. Semua berkat teman-teman yang sangat solid mendukung. Meskipun menang tipis dengan kandidat yang lain, akhirnya bisa juga berada pada posisi ini. Bukan sebuah tujuan yang ambisius sih, tapi saya berharap dengan jabatan ini bisa membantu teman-teman yang akan datang dan belajar di London.

Anyway, tentang pemilihan sepertinya tidak perlu diceritakan ya. Soalnya tipikal banget. Kampanye, sebar surat suara, penghitungan, dan akhirnya hasilnya. Tetapi yang harus diacungi jempol adalah kandidat yang lain. Mereka masih muda tetapi berani maju untuk mendapatkan peluang menjadi pemimpin. Semoga mereka nantinya bisa berguna bagi bangsa dan Negara.

Seusai pemilihan, saya dan beberapa orang teman dari Brunel University bersepakat untuk mencari tempat nongkrong yang enak di sekitaran Oxford Road. Tapi karena muter-muter ga ketemu, kami kemudian naik bus 23 menuju Piccadilly Circus. Daerah itu cukup terkenal karena menjadi salah satu Chinatown di London. Malam itu ramai sekali orang disana, jalan pun harus berdesak-desakan.

Menyusuri Chinatown itu, kami sebenarnya ingin menuju Covent Garden. Tempat ini juga sangat terkenal. Bahkan mungkin menjadi pusatnya London. Karena banyak sekali  orang lalu lalang diatas jalan-jalan yang terbuat dari batu itu. Saking banyaknya orang, rombongan kami yang sekitar bersebelas itu sempat terpisah. Bingung saling mencari satu sama lain. Untung pada kenal sama yang namanya handphone, jadi sekali pencet, terhubung, masalah selesai. Tapi ya tentu saja harus rela jalan lagi menjemput rombongan yang terpisah. Hidup di London itu memang sehat, karena harus selalu jalan dan itu menyenangkan.

Dahulu Covent Garden ini menjadi pasar tradisional yang menjual sayur dan buah-buahan.  Lalu kemudian berevolusi, menjadi dari wisata. Setiap tahunnya banyak turis-turis yang mampir disini menikmati hidangan di café-café yang jumlahnya tidak sedikit. Street performancenya juga ga main-main. Beda sama kita di Indonesia yang modal kecrekan doing. Disini mereka niat membawa sound system sendiri lalu menyanyikan lagu yang mereka suku. Bahkan pada malam saya dan teman-teman mencari café yang enak untuk nongkrong, ada pria tua yang bermain kecapi. Suaranya merdu sekali. Wajar saja, daerah ini menjadi tempat yang cocok untuk nongkrong dan mengobrol banyak hal bersama teman-teman.

Setelah berputar-putar tak tentu arah. Akhirnya kami makan di sebuah restoran perancis. Restorannya sih biasa saja, tapi harganya itu. Bener-bener deh. Main coursenya tidak ada yang dibawah 10 pounds. Walhasil, saya Cuma pesan jus nanas saja yang harganya menurut saya juga mahal, 2,95 pounds belum termasuk pajak.

Waktu sudah menunjukan pukul 10.00 malam. Saatnya kami pulang ke Uxbridge. Lagi-lagi perjalanan panjang yang harus kami tempuh. Selain itu, kami juga harus berganti-ganti moda transportasi, menunggu kereta yang tak kunjung datang, hingga akhirnya sampai di asrama. Saya melihat waktu di jam tangan sudah pada angka 00.36 saat saya membuka pintu asrama. Benar-benar perjalanan panjang dan melelahkan. Setelah seminggu berkutat dengan segala hal yang berhubungan dengan kuliah serta pemilihan. Semoga esok hari badan bisa fresh dan siap menyonsong masa depan lebih baik.

Advertisements
Comments
  1. ZiE says:

    aw aw… muka tua dah jadi modal buat di pilih kim haha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s