London Day 5

Posted: September 18, 2011 in Kim's Journey

Day 5

Jalan-jalan Ke Pasar Kaget di Wembley

Bagi kita di Indonesia, hari sabtu atau minggu adalah saat-saat yang paling tepat untuk jalan-jalan keliling kota, atau melakukan apa saja yang kita suka. Tapi untuk disini, di kota yang katanya salah satu yang paling mahal di dunia, weekend adalah hari yang mengesalkan untuk bepergian.

Sepertinya warga London memilih untuk tinggal di rumah daripada berkeliling kota.  Di pusat kota Uxbridge, orang-orang jarang sekali terlihat lalu lalang. Pusat perbelanjaan justru cenderung sepi, tidak seperti hari-hari lain yang penuh dengan pengunjung dan pembeli. Pada saat weekend pula toko-toko itu tutup lebih cepat. Pada hari hari biasa toko di London, buka sekitar pukul 09.00 pagi dan tutup pada sekitar pukul 10.00 malam, tetapi ada beberapa yang tutup lebih cepat dan buka lebih lama. Toko-toko macam ini tidak begitu banyak. Lalu di hari Sabtu dan Minggu mereka buka sekitar pukul 10.00 pagi dan tutup lebih cepat pada pukul 04.00 atau 04.30.

Jadi, seperti yang saya alami hari ini. Pada pukul 04.30, di pusat perbelanjaan di Kota Uxbridge, seolah menjadi kota mati. Hanya beberapa toko yang buka, terutama tempat makan. Sedangkan yang lain, sudah digembok pemiliknya. Orang-orang pun tidak terlalu banyak terlihat.

Hal mengesalkan yang lain adalah jadwal kereta atau tube. Jika seseorang ingin melakukan perjalanan di saat weekend dan akan menggunakan tube, mereka harus rajin-rajin melihat jadwal kereta melalui internet atau aplikasi tube map di blackberry. Tips ini, selain saya dapatkan karena pengalaman pribadi, juga dari saran Robby. Masih ingat Robby kan ? dia ini adalah orang Indonesia asli berdarah Sunda yang sedang menyelesaikan tesisnya di Brunel. Jika ada kesempatan mampir di Brunel, maka orang inilah yang harus ditemui. Dia banyak mengetahui tips dan trick hidup irit di London yang katanya mahal. Saya menyebutnya sebagai The Most Valueable Person in Brunel.

Kembali ke urusan kereta, orang-orang London ini sering sekali menutup jalur-jalur kereta atua tidak mengaktifkan kereta pada jalur-jalur tertentu pada akhir pekan. Alasan mereka sih untuk perawatan kereta. Tapi jika tiba-tiba datang ke stasiun tanpa persiapan seperti yang saya katakan tadi, lalu menemukan ada jalur yang ditutup, dongkolnya hati ini bukan kepalang. Apalagi jika kondisi hujan dan kita sudah berjalan jauh ke stasiun. Hujan berarti penurunan temperature yang artinya London akan semakin dingin. Jadi bayangkan saja bagaimana perasaannya. Nah, hal itulah yang kami alami saat berjalan dari Wembley menuju stasiun yang ternyata tidak beroperasi. Hujan deras pula, tangan rasanya seperti direndam di air es.

Namun, hal posisitfnya dari pemerintah London, mereka menyediakan bus pengganti yang mengantarkan penumpang ke stasiun kereta yang aktif atau menempelkan pemberitahuan tentang jalur-jalur alternative yang bisa diambil. Bus pengganti ini tidak memungut biaya, jadi cukup membantu bagi orang-orang dongkol seperti kita.

Eh, malah keasyikan curcol nie. Seperti judul yang ditulis diatas, hari ini, Minggu 18 September 2011, saya, Andy, Robby, Ulung, serta beberapa orang Indonesia yang hampir lulus di Brunel seperti Endhy, Rida, dan Dea, memutuskan untuk melihat pasar murah di Stadion Wembley. Stadion ini digunakan untuk final Piala Champions antara Barcelona vs MU, Mei lalu. Lagi-lagi ide ini dating dari Robby, yang katanya di pasar itu banyak ditemukan barang-barang super murah.

Benar saja, ketika sampai di lokasi, barang-barangnya memang sangat murah. Headphone Dr Dre yang lagi nge-trend dikalangan anak-anak muda di dunia, biasanya dipatok di harga 350 Pounds (untuk jenis Dr Dre Pro. Headphone ini memiliki banyak jenis, dan yang Pro ini yang paling mahal) dan sekitar 280 pounds untuk tipe studio (tipe ini paling sering digunakan).  Tapi di tempat itu hanya seharga 120 pounds untuk tipe pro dan 85 pounds untuk tipe studio. Sweater dan Jumper Fred Perry juga dijual sangat murah.

Tapi kalau liat barang murah, tentunya harus hati-hati ya. Barang-barang ini bukan yang asli alias imitasi. Jadi pasar yang selalu ada hari minggu itu seperti layaknya pasar Blok M di Jakarta. Bahkan bentuk lapak-lapaknya juga tidak jauh berbeda. Jalan-jalan ke pasar itu seolah mengembalikan memori di Jakarta aja. Suasana orang menjajakan barang, tawar menawar, music-musik penarik perhatian yang sengaja diputar keras-keras, lapak makanan yang menebar aroma campur baur (wajar aja, disana yang dijual ada kebab, masakan jepang, Thailand, china, dan banyak lagi).

Jalan-jalan kali ini hanya memuaskan rasa penasaran saja. Karena kami tidak membeli satu jenis barang pun. Alasan lain, ya karena itu barang tiruan semua, dan kualitas tiruannya masih kurang sempurna. Jadi saying juga kalau beli tapi hanya tahan beberapa hari lalu rusak.    

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s