Krabat

Posted: March 2, 2009 in Uncategorized

Misteri Sihir Hitam

Lupakan semua mantra-mantra sihir dalam cerita Harry Potter. Lupakan pula makhluk-makhluk eksotis yang menghuni Hogwarth. Krabat hadir untuk memberikan prespektif berbeda dalam dunia sihir. Lebih khusus lagi pada sihir hitam. Kisah ini berawal dari mimpi yang dialami Krabat (David Kross). Mimpi tentang gagak-gagak yang menghendaki dirinya datang ke sebuah penggilingan gandum di dekat desa Schwarzkollm. Mimpi itu menghantuinya terus, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengikutinya.

Krabat adalah pemuda 14 tahun yang telah ditinggal mati orangtuanya. Hidupnya yang terlunta-lunta di tengah kebekuan musim dingin di pegunungan dihadapinya dengan mengemis. Sampai akhirnya dia berada dalam sebuah rumah penggilingan itu dan menjadi salah satu pekerjanya.

Namun, hidup memang tidak pernah mudah. Di tempat itu, Krabat harus menjalani masa percobaan yang sangat berat. Dia juga harus menghadapi teman-teman yang menyebalkan meski akhirnya ia bisa akrab dengan Tonda (Daniel Bruhl), yang seakan sudah menjadi kakaknya. Di rumah penggilingan itu dia hidup bersama 11 orang pekerja yang lain dan satu orang pemimpin yang disebut The Master (Christian Redl).

Setelah selama satu tahun bekerja, kebenaran mulai terungkap. Ternyata, pekerjaan berat itu adalah syarat agar dia bisa bergabung dalam sebuah persaudaraan sihir hitam yang dibuat oleh The Master. Mereka punya keahlian mengubah diri menjadi seekor gagak dan juga melontarkan orang hanya dengan ayunan tongkat.

Pada awalnya Krabat bersemangat untuk menjadi kuat melalui sihir hitam itu, tetapi lama kelamaan tujuan itu berubah ketika dia mulai merasakan cinta dengan seorang gadis desa. Namun, cinta adalah hal yang terlarang dalam persaudaraan itu, dan hukumannya adalah kematian. ”Suatu hal pasti ada harganya,” kata Tonda.

Film berdurasi dua jam lebih ini banyak mengungkap sisi gelap dunia sihir hitam. Seperti adanya tumbal untuk iblis pencabut nyawa atau ruang-ruang gelap tempat mereka berpraktik sihir. Namun, dari waktu penayangan yang panjang itu justru tidak dimanfaatkan dengan baik oleh sang sutradara Marco Kreuzpaintner untuk lebih membangun cerita.

Hingga setengah perjalanan film, cerita masih belum menunjukkan kejelasan. Penonton seakan tidak diberikan gambaran akan ke mana arah cerita film ini. Waktu terlalu lama hanya untuk mendalami masing-masing tokohnya. Bahkan, hingga akhir film, masih ada beberapa kisah yang tidak tuntas dijelaskan.

Meskipun demikian, bukan berarti film ini tidak menawarkan hal yang menarik. Pemandangan pegunungan Alpen yang berhasil ditangkap oleh kamera menghadirkan kesegaran dan kecantikan tersendiri. Ada pula tawaran setting perkampungan dan rumah penggilingan yang menarik lantaran dibuat gelap sehingga sangat merepresentasikan kemisteriusan cerita.

Dan, yang paling menarik dari cerita sihir adalah trik digital dari komputer. Perubahan dari manusia menjadi gagak atau sebaliknya, dengan efek bulu dan jubah-jubah yang berkelebat, termasuk pula efek saat ulat-ulat cokelat masuk di telapak tangan Krabat yang sudah terluka, bisa menjadi tontonan yang menarik. (kim)

Pemain: David Kross, Christian Redl
Sutradara: Marco Kreuzpaintner
Durasi: 120 menit
Produksi: Centropolis Entertainment

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s