Archive for March, 2009

Sick Building Syndrome

Posted: March 2, 2009 in kesehatan

Lima puluh persen orang yang bekerja di gedung perkantoran punya keluhan kesehatan.

Diam-diam banyak orang bekerja di gedung perkantoran yang menyimpan setumpuk masalah kesehatan. Penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat UI/Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menunjukkan, mereka mengalami sick building syndrome (SBS).
Secara umum SBS bisa dijelaskan sebagai keluhan atau kumpulan permasalahan kesehatan dan kenyamanan akut, yang timbul berkaitan dengan waktu yang dihabiskan dalam suatu bangunan, dan juga kualitas udara dalam ruangan ber AC. ”Tapi gejalanya tidak spesifik,” ujar Dr Budi Haryono Phd Msc.
Sekitar enam bulan, Juli-Desember 2008 Budi mengadakan penelitian terhadap 350 karyawan dari 18 perusahaan. Hasilnya, 50 persen orang yang bekerja dalam gedung perkantoran cenderung mengalami SBS. Biasanya keluhannya berupa sakit kepala, mudah lelah, gejala seperti flu, sesak napas, mata berair, sering bersin, hidung tersumbat, dan tenggorokan gatal. ”Sebenarnya ini semua berawal dari pernapasan dan kualitas udara,” ujar ketua IAKMI ini.

Partikel polusi
Budi menjelaskan, setiap tiga detik, manusia pasti akan menghirup udara untuk bernapas. Sekali tarikan napas sebanyak 500 mililiter udara terhirup. Selama satu menit kita bernapas sekitar 20 kali. Bisa dibayangkan akibatnya jika udara yang masuk ke dalam tubuh sudah terpolusi.
Udara yang tidak sehat dengan partikel-partikel polusi sebesar 10 mikron bisa mengakibatkan berbagai infeksi saluran pernapasan (ISPA). Tetapi bagi partikel polusi yang lebih kecil (2,5 mikron) bakal masuk ke paru-paru dan menjadi asma.
Udara yang tidak sehat itu terjadi karena adanya kontaminasi dengan sumber-sumber polutan seperti, asap rokok, ozon yang berasal dari mesin fotokopi dan printer, volatile organics compounds (sebuah bahan kimia organik berbentuk gas) yang berasal dari karpet, perabotan cat, bahan pembersih, kemudian dari debu atau karbon yang menempel.
Bayangkan saja, jika delapan jam berada di ruang tertutup dengan dengan sirkulasi udara yang kurang baik, udara kotor itu akan berputar terus menerus dan menjadi sumber oksigen utama yang kita hirup. ”Bahkan jika ada orang bersin, maka bakteri-bakteri yang dia keluarkan bisa berputar saja di ruangan tertutup itu,” kata Budi.

Penyebab SBS
Radikal bebas bisa diterjemahkan menjadi sebuah senyawa reaktif yang berasal dari dalam tubuh sebagai hasil metabolisme atau terpapar dari lingkungan luar. Senyawa ini memiliki ekstra energi yang banyak sehingga cenderung tidak stabil. Karena elektronnya tidak berpasangan, dia akan terus menerus mencari pasangan.
Saat berada di dalam tubuh dan beraksi pada sel-sel maka hanya ada dua kemungkinan, sel tersebut mati atau berubah karakter menjadi sesuatu yang biasa disebut kanker. ”Jadi, radikal bebas ini saya analogikan sebagai janda kembang cantik yang merusak rumah tangga orang,” ujar dr Handy Purnama, medical marketing manager Bayer Healthcare Consumer Care.
Radikal bebas ini bisa saja berasal dari radiasi sinar ultraviolet, metabolisme dalam tubuh, radiasi ion, asap rokok, asap kendaraan bermotor, dan udara yang tidak sehat. ”Bahkan WHO sudah mencatat bahwa setiap tahun ada tiga juta orang di dunia ini yang meninggal karena polusi udara,” ujar Handy.
Bahan inilah juga yang patut bertanggung jawab timbulnya penyakit lever, jantung koroner, katarak, penyakit hati dan dicurigai berpengaruh pada proses penuaan dini. Saat berada dalam suatu ruangan tertutup (tanpa jendela dan hanya mengandalkan AC) radikal bebas ini ikut terbawa oleh orang-orang yang telah terpapar sebelumnya ketika beraktivitas di luar ruangan.
Ketika orang tersebut menyibakkan jaketnya yang telah tertempel polusi-polusi kendaraan bermotor atau saat dia bersin, radikal bebas itu akan terus berputar dalam udara yang bakal kita hirup. Kesehatan pun akan cenderung terganggu ketika berlama-lama berada dalam sebuah ruangan.
Faktor lain yang menyebabkan SBS, Dr Budi Haryono menyebutkan adanya partikel ozon dan karbon yang terbentuk dari alat-alat elektronik seperti printer atau alat fotokopi. ”Alat elektronik itu banyak menggunakan sinar dan energi panas sehingga terbentuknya ozon dan karbon menjadi lebih banyak,” ujarnya.
Bahan-bahan ini bisa mengganggu proses pernapasan normal, menyebabkan iritasi mata, untuk kadar 0,3 ppm terjadi iritasi hidung dan tenggorokan, kadar 1,0 sampai 3,0 ppm selama 2 jam pada orang sensitif bisa mengakibatkan pusing dan kehilangan koordinasi, lalu pada kebanyakan orang yang terpapar pada kadar 9,0 ppm akan mengakibatkan edema pulmonari.
Perhatikan pula debu-debu yang menempel pada banyak barang-barang atau kertas-kertas yang tidak tersentuh di kolong-kolong meja kerja. Selain itu debu juga banyak beredar karena saluran udara atau AC yang jarang dibersihkan. Debu-debu ini juga membawa partikel-partikel yang bisa mengganggu kesehatan. n kim

Dampak Menggunakan Suplemen
Hasil penelitian menunjukkan, pengaruh sick building syndrome (SBS) berkurang pada karyawan yang selama tiga bulan rutin meminum suplemen antioksidan. Secara periodik, tim peneliti yang dipimpin Dr Budi Haryono mengamati dan berkomunikasi dengan karyawan tentang kondisi setelah menggunakan suplemen secara rutin.

Sebanyak 49 persen keluhan sakit kepala pada responden berkurang, lalu 45 persen mata perih juga berkurang, begitu pula pada hidung tersumbat yang turun hingga 50 persen, radang tenggorokan juga mengalami penurunan sebanyak 27 persen, dan terakhir pegal-pegal pada tubuh juga menunjukkan pengurangan sebesar 41 persen.

”Jadi secara umum, dengan mengonsumsi suplemen antioksidan, pengaruh SBS bisa turun hingga 65 persen,” ujar Budi tentang penelitian yang dilakukan IAKMI bersama PT Bayer Indonesia itu. Makanan sehat yang kaya vitamin dan mineral juga bisa menggantikan suplemen.

Dr Handy Purnama, dari Bayer, menjelaskan penurunan tersebut terjadi karena tambahan vitamin dan mineral yang masuk dalam tubuh dapat berfungsi sebagai antioksidan. Secara alami tubuh manusia akan langsung bereaksi terhadap radikal bebas. Sistem imun otomatis akan memerangi bahan tersebut.

”Tapi, kalau radikal bebasnya terlalu banyak maka sistem imun ini yang justru tertekan dan radikal bebas bisa berhasil merusak sel,” ujarnya. Tetapi dengan bantuan antioksidan, radikal bebas itu ditahan agar tidak menempel pada sel dengan memberikan energi penyeimbang (donor elektron).

Lebih lanjut Handy menjelaskan, makanan yang mengandung vitamin A dan Zinc bisa menurunkan tingkat energi radikal bebas. Lalu asupan zinc, iron dan copper bisa mencegah terbentuknya radikal bebas dalam tubuh. Kemudian vitamin A, C, E, serta selenium bisa memutus rantai reaksi radikal bebas.
”Makanan sehari-hari memang sudah mengandung vitamin dan mineral ini tetapi karena proses metabolisme dalam tubuh penyerapan itu kadang tidak sempurna,” katanya.

Tips Mengurangi Dampak SBS

1. Secara berkala bersihkan karpet, tirai, gorden, boks-boks berkas yang lama tidak tersentuh.
2. Pemasangan karpet sebaiknya tidak terlalu menempel dengan dinding karena, pengisap debu cenderung kurang bisa menggapai daerah terebut.
3. Tempatkan mesin faks, printer, dan alat fotokopi dalam satu ruangan khusus yang terpisah dengan ruangan kerja.
4. Jika perlu gunakan air cleaner. Alat ini memang tidak sepenuhnya bisa membersihkan udara tetapi paling tidak mengurangi partikel jahat dalam udara.
5. Jika bisa menjamin setiap hari bisa mengonsumsi makanan kaya vitamin dan mineral, maka suplemen tak terlalu dibutuhkan. Tetapi jika tidak, suplemen bisa sangat membantu.
6. Olahraga rutin, atau sesekali bergerak (tidak hanya duduk saja di tempat kerja) bisa memperlancar metabolisme sehingga badan menjadi lebih fit.  (kim)

Caption:
Alat elektronik di kantor yang banyak menggunakan sinar dan energi panas bisa mengganggu proses pernapasan normal, bisa juga menyebabkan iritasi pada mata dan hidung.

Pembatalam Konser

Posted: March 2, 2009 in musik

Di Balik Pembatalan Itu Ada tanggung jawab moral untuk segera menuntaskan seluruh masalah. Baliho besar terpampang di jalan-jalan utama. Promo di media elektronik dan cetak tak kalah gencar dilakukan. Rihanna yang semula batal konser bakal tampil pertengahan Februari. Aliran penjualan tiket tidak pernah berhenti. Namun, semuanya menjadi antiklimaks ketika sebuah berita penganiayaan terhadap penyanyi R&B yang melejit dengan single Umbrella ini menyebar. Buntut insiden ini, sang artis pun memutuskan untuk membatalkan konsernya di Jakarta. Sebelumnya, Rihanna juga pernah dijadwalkan untuk tampil di Indonesia pada akhir 2008. Semua persiapan sudah dilakukan. Namun, seiring pelaksanaan hukuman mati terhadap pelaku Bom Bali I, artis tersebut pun memutuskan untuk membatalkan konsernya karena menganggap keadaan di Indonesia bakal kurang stabil. Buat Adrie Subono, promotor dari Java Musikindo, tak ada hal yang luar biasa dari pembatalan konser tersebut. ”Ini normal-normal saja bagi saya. Bayangkan saja, seorang Rihanna yang biasa tampil cantik dan seksi apa mau nyanyi di hadapan ribuan orang dengan lebam-lebam. Tentu saja wajar dia tidak jadi datang,” ujarnya. Sepanjang 15 tahun bergelut di dunia promotor, pria yang hobi berbaju hitam-hitam ini mengaku sudah 12 kali menghadapi pembatalan konser. Bagi dia, pembatalan konser adalah hal yang normal. ”Artis juga manusia, yang bisa terkena penyakit atau musibah lain,” ujar Adrie. Pernah suatu kali dia ingin mendatangkan The Corrs. Akan tetapi, karena salah satu personelnya mendadak menderita sakit telinga sehingga tidak bisa bepergian dengan menggunakan pesawat terbang, akhirnya konser pun dibatalkan. Belum lagi urusan kondisi keamanan negara yang juga sangat memengaruhi dunia showbiz ini. Sebuah travel warning yang dikeluarkan sebuah negara agar penduduknya tidak datang ke Indonesia karena kondisinya tidak stabil memang sanggup merusak seluruh rencana pementasan musik. Sejak rentetan peristiwa pengeboman yang terjadi di negeri ini, sejumlah artis luar negeri pun enggan datang ke Indonesia. ”Ini yang menjadi kendala utama mendatangkan artis mancanegara selama saya menjadi promotor,” tambahnya. Asuransi internasional Pengalaman pun menjadi guru yang baik untuk mengatasi masalah tersebut. ”Kalau ada pembatalan seperti itu, saya tidak akan pernah mau menuntut. Biar bagaimana saya menjaga hubungan baik dengan agen-agen artis luar itu,” ujarnya. Untuk urusan keuangan yang pasti muncul setelah pembatalan itu, dia biasanya menggunakan asuransi internasional untuk konser yang akan digelar. Asuransi penting digunakan, karena pada saat pembatalan artis hanya akan mengembalikan uang fee yang telah dibayarkan sebelumnya. Sedangkan untuk biaya-biaya promosi atau segala tetek bengek persiapan konser, bukan tanggung jawab pihak manajemen artis. Dengan adanya asuransi, kerugian tersebut bisa tertutupi. ”Seperti punya mobil, mau diasuransikan atau tidak, terserah. Tapi, kalau kecelakaan dan mobil rusak, maka akan lebih menguntungkan jika punya asuransi,” ujar Adrie. Besar uang asuransi tersebut tergantung pada kebijaksanaan sang promotor untuk membayarkan preminya. ”Misalnya, sebuah event biayanya 10 ribu perak, nanti bakal dikalkulasikan berapa preminya, lalu tinggal di bayar saja,” lanjutnya. Sayangnya, jenis asuransi macam ini memang belum ada di Indonesia, sehingga harus ke luar negeri untuk mengurusnya seperti di Amerika, Inggris, atau Australia. Kendati begitu, masalah pembatalan tidak selesai begitu saja dengan asuransi. Ada sebuah tanggung jawab moral yang harus dilakukan kepada pembeli tiket dan pihak sponsor. Maka, begitu berita pembatalan itu sudah jelas, sesegera mungkin melakukan kontak dengan media untuk melakukan klarifikasi terhadap peristiwa yang terjadi. Uang dari pembelian tiket harus dikembalikan 100 persen kepada calon penonton. Setelah itu pihak sponsor pun perlu diberikan penjelasan serinci mungkin. Bahkan, harus disertai bukti bahwa kejadian tersebut bukan sesuatu yang mengada-ada. ”Kita kan tidak mau disebut penipu,” ungkap Adrie.

‘Inilah Bisnis’

Ketika Rihanna menyatakan batal konser di Indonesia, pekerjaan panjang itu pun dimulai. Seperti diungkap Troy Reza Warokka, juru bicara Showmaster, perusahaan yang bakal menggelar konser Rihanna, saat terjadi pembatalan maka yang dia lakukan pertama kali adalah merujuk pada kontrak yang telah dibuat sebelumnya. ”Dari situ kita lihat hak dan kewajibannya,” ujarnya. Manajemen artis Rihanna wajib mengembalikan uang pembayaran artis 100 persen sesuai dengan yang sudah dibayarkan.

Setelah permasalahan dengan artis yang batal manggung itu selesai, secepatnya Troy kemudian memberikan informasi secepatnya pada masyarakat. ”Waktu itu kami langsung memberikan keterangan resmi ditambah lagi dengan bukti yang berupa hasil korespondensi dengan manajemen Rihanna,” ungkapnya.

Uang tiket yang telah dibayarkan pun mereka kembalikan 100 persen. Selanjutnya, pihak sponsor juga wajib mendapatkan penjelasan yang rinci terhadap pembatalan konser tersebut. ”Jadi, kuncinya adalah penyebaran informasi yang jelas dan akurat setelah pembatalan yang terjadi,” ujarnya. Bagi Troy, kegagalan ini hanya merupakan sebuah fenomena bisnis yang biasa.

Dia pun tidak akan berhenti mendatangkan artis luar negeri karena¬† menilai pekerjaan sebagai promotor merupakan sebuah usaha untuk mempromosikan Indonesia. ”Saat artis luar datang ke Indonesia, semua mata dunia bakal melihat ke sini. Nah, inilah saatnya kita menunjukkan Indonesia,” katanya. Seperti kata Adrie Subono, ”Ini bisnis. Semua bisa saja terjadi dan yang namanya bisnis tidak selamanya akan selalu mulus.”

Gurihnya Showbiz

Demi menjadi promotor, Adrie Subono rela meninggalkan bisnis yang semula sukses juga digelutinya. ”Saya lihat ada uang dan peluang bisnis yang besar sekali. Peluang itu saya lihat karena perputaran uang di Amerika itu habisnya pada hiburan,” kata Adrie. Terbukti, intuisi itu tepat. Nama Adrie Subono dan Java Musikindo kini bak ikon untuk dunia promotor Tanah Air. Hingga kini, dia sudah mendatangkan sekitar 100 artis luar negeri ke Indonesia.

Baginya, promotor yang profesional tidak akan pernah kehabisan pekerjaan karena tidak mungkin seorang penyanyi atau grup band besar bakal menjual tiket konsernya sendirian, sehingga mereka membutuhkan orang seperti dirinya. Grup band atau penyanyi luar negeri yang bakal tampil di Indonesia juga tidak mungkin akan membawa promotor dari negara asalnya. Mereka pasti akan menggunakan promotor dari Indonesia. ”Selain itu, pasti akan muncul band-band baru yang tentu butuh promotor juga,” kata Adrie. ”Bisnis ini tidak akan pernah mati.” (kim)

Krabat

Posted: March 2, 2009 in Uncategorized

Misteri Sihir Hitam

Lupakan semua mantra-mantra sihir dalam cerita Harry Potter. Lupakan pula makhluk-makhluk eksotis yang menghuni Hogwarth. Krabat hadir untuk memberikan prespektif berbeda dalam dunia sihir. Lebih khusus lagi pada sihir hitam. Kisah ini berawal dari mimpi yang dialami Krabat (David Kross). Mimpi tentang gagak-gagak yang menghendaki dirinya datang ke sebuah penggilingan gandum di dekat desa Schwarzkollm. Mimpi itu menghantuinya terus, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengikutinya.

Krabat adalah pemuda 14 tahun yang telah ditinggal mati orangtuanya. Hidupnya yang terlunta-lunta di tengah kebekuan musim dingin di pegunungan dihadapinya dengan mengemis. Sampai akhirnya dia berada dalam sebuah rumah penggilingan itu dan menjadi salah satu pekerjanya.

Namun, hidup memang tidak pernah mudah. Di tempat itu, Krabat harus menjalani masa percobaan yang sangat berat. Dia juga harus menghadapi teman-teman yang menyebalkan meski akhirnya ia bisa akrab dengan Tonda (Daniel Bruhl), yang seakan sudah menjadi kakaknya. Di rumah penggilingan itu dia hidup bersama 11 orang pekerja yang lain dan satu orang pemimpin yang disebut The Master (Christian Redl).

Setelah selama satu tahun bekerja, kebenaran mulai terungkap. Ternyata, pekerjaan berat itu adalah syarat agar dia bisa bergabung dalam sebuah persaudaraan sihir hitam yang dibuat oleh The Master. Mereka punya keahlian mengubah diri menjadi seekor gagak dan juga melontarkan orang hanya dengan ayunan tongkat.

Pada awalnya Krabat bersemangat untuk menjadi kuat melalui sihir hitam itu, tetapi lama kelamaan tujuan itu berubah ketika dia mulai merasakan cinta dengan seorang gadis desa. Namun, cinta adalah hal yang terlarang dalam persaudaraan itu, dan hukumannya adalah kematian. ”Suatu hal pasti ada harganya,” kata Tonda.

Film berdurasi dua jam lebih ini banyak mengungkap sisi gelap dunia sihir hitam. Seperti adanya tumbal untuk iblis pencabut nyawa atau ruang-ruang gelap tempat mereka berpraktik sihir. Namun, dari waktu penayangan yang panjang itu justru tidak dimanfaatkan dengan baik oleh sang sutradara Marco Kreuzpaintner untuk lebih membangun cerita.

Hingga setengah perjalanan film, cerita masih belum menunjukkan kejelasan. Penonton seakan tidak diberikan gambaran akan ke mana arah cerita film ini. Waktu terlalu lama hanya untuk mendalami masing-masing tokohnya. Bahkan, hingga akhir film, masih ada beberapa kisah yang tidak tuntas dijelaskan.

Meskipun demikian, bukan berarti film ini tidak menawarkan hal yang menarik. Pemandangan pegunungan Alpen yang berhasil ditangkap oleh kamera menghadirkan kesegaran dan kecantikan tersendiri. Ada pula tawaran setting perkampungan dan rumah penggilingan yang menarik lantaran dibuat gelap sehingga sangat merepresentasikan kemisteriusan cerita.

Dan, yang paling menarik dari cerita sihir adalah trik digital dari komputer. Perubahan dari manusia menjadi gagak atau sebaliknya, dengan efek bulu dan jubah-jubah yang berkelebat, termasuk pula efek saat ulat-ulat cokelat masuk di telapak tangan Krabat yang sudah terluka, bisa menjadi tontonan yang menarik. (kim)

Pemain: David Kross, Christian Redl
Sutradara: Marco Kreuzpaintner
Durasi: 120 menit
Produksi: Centropolis Entertainment

Pink Panther 2

Posted: March 2, 2009 in Resensi Film

Kisah Cinta Detektif Konyol
Gelak tawa masih lebih banyak berasal dari adegan slapstick.

Benda-benda bersejarah di seluruh dunia yang hilang satu per satu seperti kain kafan Turin, Magna Charta, pedang bersejarah Jepang, hingga berlian kebanggaan Prancis, Pink Panther, membuat Jacques Clouseau (Steve Martin) kembali dipanggil untuk memimpin sebuah kelompok elite detektif yang didatangkan dari seluruh dunia.

Maka, hadirlah Pepperidge (Alfred Molina) dari Inggris yang merupakan seorang detektif andal untuk urusan observasi; detektif asal Italia bernama Vincenzo (Andy Garcia); gadget freak dari Jepang, Kenji Mazuto (Yuki Matsuzaki), dan seorang psikolog kriminal cantik asal India, Sonia (Aishwarya Rai). Mereka bertugas menangkap sang pencuri bernama Tornado. Nama itu diketahui melalui kartu nama bertuliskan Tornado yang selalu ditinggalkan di tempat kejadian.

Namun, aksi tim impian itu tak berjalan mulus. Mereka menganggap Clouseau adalah orang yang tidak kompeten, bodoh, dan serampangan. Ditambah lagi dengan upaya Vincenzo untuk mendekati Nicole (Emily Mortimer), sekretaris Clouseau. Padahal, Nicole dan Clouseau sudah mempunyai ‘hubungan spesial’ yang tidak mereka ungkapkan.

Meski tidak sepanjang adegan dapat mengundang tawa, usaha sutradara Harald Zwart menghadirkan atmosfer komedi pantas diapresiasi. Kendati ada kelucuan yang sempat hadir lewat rangkaian dialog, gelak tawa itu masih saja lebih banyak berasal dari beragam adegan slapstick.

Sebut saja seperti orang yang terlempar jauh, tangan terjepit wiper, terempas semprotan pemadam kebakaran, atau yang paling klasik adalah saat Vicenzo, Pepperidge, dan Kenzo terpeleset lalu wajah mereka menimpa kue bergambar wajah mereka masing-masing.

Ringan
Dari segi penceritaan, film berdurasi 92 menit ini justru terasa sangat ringan dan mengalir walaupun ada tambahan-tambahan yang sebenarnya tidak penting. Seperti saat Clouseau harus bertarung dengan anak-anak dari Ponton (Jean Reno) atau ketika Clouseau keramas dengan bantuan Ponton.

Namun, alur cerita yang lebih banyak menyorot Jacques Clouseau menjadikan film ini bak one man show bagi Steve Martin untuk mengeksplorasi gelagat sang detektif yang sejak tahun 1960-an sudah hadir di layar kaca ini. Yang terasa mengganjal pula adalah aksen dari beberapa pemerannya. Kendati ber-setting di Prancis, logat negeri ini hanya terdengar lewat celoteh Clouseau dan Nicole saja. Inspektur Dreyfus justru terdengar seperti orang Inggris, bahkan Jean Reno tidak menunjukkan sengau khas Prancis. Padahal, salah satu daya tarik film ini adalah aksen Prancis yang bila didengarkan juga bisa membuat geli.

Beruntung, urusan aksen ini diselamatkan oleh Andy Garcia. Dengan piawai, Andy Garcia bertutur dengan logat Italianya yang apik, yang bisa membuat wanita jatuh cinta padanya. Apalagi, dengan sikapnya yang elegan. Meski berkisah soal perburuan ala detektif, jangan mengira bahwa cerita ini bakal menyuguhkan misteri.

Bagi mereka yang jeli, hal-hal yang terkait penyelidikan hilangnya benda bersejarah dunia sudah terlalu gamblang terlihat. Pink Panther 2 lebih berkutat pada romansa tersembunyi antara Clouseau dan Nicole yang dibumbui rasa cemburu dari keduanya. Jadi, tak perlu terlalu berpikir tentang cerita. Nikmati saja kekonyolan detektif kocak itu. (kim)

Pemain: Steve Martin, Andy Garcia, Aishwarya Rai
Sutradara: Harald Zwart
Durasi: 92 menit
Produksi: Sony Pictures