Psst, Buang Angin …

Posted: February 14, 2009 in kesehatan

Psst, Buang Angin …

Buang angin terlalu banyak bisa mengganggu kegiatan dan juga pergaulan. Bagaimana normalnya?

Buang angin alias kentut mungkin menjadi masalah sederhana bagi banyak orang. Bahkan beberapa orang sengaja buang angin sembarangan sehingga menebar bau tidak sedap, hanya untuk membuat kekonyolan. Tapi, bagi Adit (13) masalah buang angin membuatnya tersiksa.

Sejak kecil ia sering buang angin dan berbau tidak sedap. Awalnya hal ini tidak menjadi masalah, namun ketika beranjak remaja hal ini menjadi gangguan. Karena intensitas pergaulannya semakin meningkat dia menjadi malu karena selalu buang angin.

Seringnya buang angin, menurut dr Pringgodigdo Nugroho SpPD, sebenarnya hanya merupakan perasaan seseorang saja. Buang angin adalah sebuah proses alamiah tubuh yang memang harus terjadi.

Bahkan, menurut penelitian luar negeri yang dia temukan, buang angin yang normal itu bisa sekitar 14 kali dalam sehari. Baik itu yang terjadi secara sadar atau tidak sadar (ketika sedang tidur). ”Bahkan sampai sebanyak 20 kali sehari masih dianggap normal,” ujarnya.

Sebab, saluran pencernaan pada manusia normal mengandung kurang dari 200 mililiter gas, sedangkan rata-rata sehari gas yang dikeluarkan sekitar 600-700 mililiter gas.Ahli penyakit dalam ini menjelaskan, buang angin itu berasal dari gas terdapat di sepanjang saluran pencernaan mulai kerongkongan, lambung, usus dua belas jari, usus halus, dan usus besar.

Sebagian gas tersebut masuk saat seseorang menelan atau mengisap udara. ”Biasanya saat makan atau minum,” ujarnya.
Udara tersebut kemudian akan berakhir di lambung sebagai gas, dan sebagian yang lain masuk usus halus. Selain itu gas juga terbentuk di usus besar karena adanya bakteri sebagai flora normal usus besar.

Bakteri tersebut mengonsumsi makanan yang tidak tecerna pada proses pencernaan sebelumnya, gas sering kali dihasilkan dalam proses tersebut. Gas yang hanya sampai di lambung bisa menimbulkan sendawa sedangkan pada usus akan dikeluarkan melalui anus.

Tekanan perut
Saat bersama banyak orang, kita sedemikian rupa menahan buang angin atau mengusahakan agar tidak berbunyi saat gas tersebut keluar. Tetapi terkadang masih saja ada bunyi yang terdengar sehingga membuat kita malu.

Pringgodigdo mengatakan bunyi yang terjadi saat buang angin itu tercipta karena proses keluarnya gas itu menggetarkan otot sfingter ani (otot sirkular yang menutup anus). ”Jumlah gas, kekuatan pengeluarannya yang berasal dari tekanan perut dan straining (mengedan) serta resistensi dari otot sfingter ani menentukan volume dan pitch dari flatus (buang angin),” ujarnya.

Selain suaranya keras, buang angin yang berbau busuk bisa membuat kita benar-benar salah tingkah ketika bersama dengan orang lain. Bau busuk ini terbentuk konsentrasi hidrogen sulfida dan gas lain yang mengandung sulfur di dalam perut.

Secara umum gas dalam perut terdiri dari nitrogen, oksigen, karbondioksida, hidrogen, metana dan komposisi gas lain sesuai dengan makanan seseorang. Hidrogen merupakan produksi dari metabolism karbohidrat dan glikoprotein endogen oleh bakteri, lalu karbondioksida berasal dari fermentasi karbohidrat, lemak dan protein. ”Telur, daging dan kembang kol banyak mengandung sulfur sehingga punya peran besar dalam memproduksi bau busuk,” kata Pringgodigdo.

Apa Saja Penyebab Buang Angin
Banyaknya buang angin dapat disebabkan karena banyaknya udara yang masuk (aerophagia). Saat makan tanpa mengunyah dengan baik, minum dengan menggunakan sedotan atau dari mulut botol, mengunyah permen karet, mengecap-ngecap permen dan merokok merupakan hal yang mempengaruhi banyaknya udara yang masuk dalam perut.

Lebih lanjut Pringgodigdo memaparkan, selain banyaknya udara yang masuk meningkatnya produksi gas hasil fermentasi bakteri di usus besar juga menyebabkan seseorang lebih sering buang angin. ”Makanan yang banyak mengandung serat (fiber) dan karbohidrat merupakan makanan yang berperan dalam produksi gas di usus besar,” ujarnya. Nasi merupakan satu-satunya karbohidrat yang tidak menyebabkan gas, karena dicerna secara sempurna di usus halus.

Serat yang larut (soluble fiber) dalam air sulit dicerna di usus halus, sisa-sisa makanan ini harus dicerna di usus besar yang kemudian menghasilkan banyak gas. Contoh serat yang larut ini seperti kacang-kacangan, kulit gandum, dan kebanyakan buah-buahan. Sedangkan serat yang tidak larut dalam air justru menghasilkan sedikit gas karena melewati sepanjang saluran pencernaan secarat utuh dan tidak dicerna. Beberapa sayuran termasuk jenis serat ini begitu pula dengan suplemen makanan yang mengandung serat.

Beberapa obat-obatan seperi antibiotik juga dapat menyebabkan banyak gas. ”Antibiotik kadang kala mengganggu keseimbangan flora normal usus dimana beberapa bakteri mati dan beberapa jenis bakteri lain tumbuh berlebihan sehingga memproduksi gas lebih banyak,” jelas Pringgodigdo.Beberapa obat juga dapat menghambat enzim pencernaan atau mengandung gula yang tidak dapat dicerna. ”Penggunaan pencahar juga dapat meningkatkan produksi gas.”
Kapan Harus Menemui Dokter?
Buang angin yang harus diwaspadai adalah buang angin yang disertai keluhan-keluhan atau gejala-gejala gangguan saluran pencernaan. Sebut saja kembung, diare, mual, muntah, BAB darah, sulit BAB, nyeri perut atau penurunan berat badan yang bermakna.

Selain itu, jika tidak bisa buang angin juga harus diwaspadai. Hal ini bisa jadi merupakan gejala gangguan pada gerakan usus. Penyebabnya, kata dr Pringgodigdo Nugroho SpPD, bisa karena saluran pencernaan atau hilangnya gerakan peristaltik usus akibat beberapa penyakit.

”Pada keadaan-keadaan ini juga timbul nyeri perut,” katanya. Kembung juga perlu mendapat perhatian karena bisa menjadi pertanda banyaknya produksi gas dalam perut.Namun, tutur Pringgodigdo, justru banyak orang yang sering salah kaprah dengan keluhan bahwa seseorang mengalami penyakit tertentu karena sering buang angin.

”Dari penelitian yang ada mengenai hal ini dilaporkan bahwa sebagian besar orang yang merasa sering buang angin sebenarnya mereka buang angin masih dalam frekuensi yang normal sesuai dengan rata-rata orang,” jelasnya.Buang angin terlalu sering secara umum bukan suatu masalah kesehatan yang serius, apalagi tanpa gejala atau keluhan lain. Namun, pada beberapa hal dapat merupakan tanda adanya kondisi yang mendasarinya, salah satunya adalah intoleransi makanan.
Sebuah keadaan saat tubuh tidak dapat mencerna suatu komponen dari makanan. Sehingga komponen makanan ini mencapai usus besar dan terjadi fermentasi oleh bakteri yang menyebabkan terbentuknya gas. (kim)

Tips dari dr Pringgodigdo Nugroho SpPD
Jika terbentuk gas terlalu banyak, hal pertama yang harus diperhatikan adalah makanan yang dimakan. Catatan harian mengenai makanan yang dimakan secara lengkap disertai waktunya lalu dilengkapi dengan waktu munculnya gejala aneh pada perut dapat membantu  mengindentifikasi penyebabnya. Jenis makanan tertentu dapat menyebabkan gas yang berlebihan pada seseorang tetapi tidak pada orang yang lain.
Beberapa tips umum lain yang dapat membantu, di antaranya:
* Kunyahlah makanan secara perlahan dan sempurna
* Hindari makan terlalu banyak
* Hindari minum melalui sedotan atau langsung dari mulut botol
* Hindari mengunyah permen karet atau menghisap permen
* Jangan merokok
* Hindari minuman bersoda dan bir.
* Olahraga teratur, olah raga teratur dapat mempertahankan gerakan usus yang normal
* Hindari makanan yang berlemak
* Kurangi makanan yang mengandung serat yang larut dan beberapa jenis karbohidrat, misalnya Raffinosa.

Advertisements
Comments
  1. andry says:

    sYjGrC comment1 ,

  2. Chaya says:

    Bgaimana kalau buang angin mlewati batas normal/>20 x per-hari…..???
    Trimakasih atz infox dan mga bza jwb p’txaanq….

  3. Mahdi pesaguan says:

    Hm kalau penyebab buang angin itu bau kenapa ya? Please.

    • rosyidhakiim says:

      kalau itu sepertinya tergantung makanan yang dimakan. Makanan itu setelah diproses oleh lambung akan menghasilkan gas. nah gas inilah yang menyebabkan bau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s