Kram

Posted: February 14, 2009 in kesehatan

Saat Kram Mengancam Nyawa

Seorang lelaki tua dibawa ke ruang penanganan gawat darurat di sebuah rumah sakit. Tangan lelaki itu mencengkeram dadanya terlihat menahan rasa sakit yang sangat. Begitu  perawat baju lelaki itu, bagian dada dan punggungnya tampak garis-garis merah, bekas kerikan yang masih baru dan sangat jelas, menutupi bekas kerikan yang lebih lama.

Dokter mendiagnosis, pria tersebut telah terkena serangan jantung atau bisa disebut dengan istilah kram jantung.
Gambaran seperti ini banyak ditemui oleh Arieska Ann Soenarta MD SpJP, saat menjadi dokter ahli jantung wanita pertama di Indonesia. Dan, tentu saja peristiwa itu sudah bertahun-tahun yang lalu terjadi. ”Masih banyak orang mengira kram jantung itu sebagai masuk angin sehingga mereka lebih memilih untuk mengerik bagian yang sakit daripada langsung dibawa ke rumah sakit,” kenangnya. Itulah sebabnya, rasa sakit yang tiba-tiba di dada, oleh masyarakat awam masih dianggap sebagai angin duduk.

Seiring dengan makin banyaknya seminar atau pengetahuan tentang penyakit jantung, gambaran kejadian yang dialami pria tua tadi berangsur memudar. ”Di perkotaan memang sudah banyak yang sadar tapi belum tentu bagi mereka yang ada di pedesaan,” ujar Ann.Ia menjelaskan, sakit di bagian dada yang datangnya tiba-tiba bisa diakibatkan oleh otot-otot jantung yang kejang atau disebut kram jantung. Sirkulasi darah yang berkurang ke bagian jantung.

Otot-otot membutuhkan makanan untuk tetap bekerja sesuai fungsinya. Makanan itu berupa oksigen yang dibawa oleh darah melalui pembuluh darah yang tersebar di seluruh tubuh.
Jika terdapat gangguan pada pembuluh darah tersebut maka aliran menjadi tidak normal dan mengakibatkan otot tidak fleksibel lagi. Gangguan pada pembuluh darah itu dapat berupa penyempitan atau adanya kerak-kerak di dinding-dinding pembuluh. Jika otot yang menegang itu terjadi pada otot jantung maka akan timbul rasa sakit yang sangat tinggi akibat kram jantung.

Segerakan
”Kram di dada taruhannya nyawa,” ujar Ann. Oleh karena itu, waktu, bagi mereka yang tiba-tiba dadanya terasa sangat sakit adalah hal yang paling penting.Jika langsung dibawa ke rumah sakit dalam jangka kurang dari tiga jam hasilnya jauh lebih memuaskan daripada yang dibawa kurang dari enam jam. ”Dan ini jauh lebih baik dari sembilan jam,” tambahnya. Penundaan bisa menyebabkan kematian karena tanda-tanda kelainan jantung adalah adanya rasa sakit di dada.

Saat menangani kram jantung, hal yang perlu diperhatikan adalah makanan untuk otot jantung itu yang berupa oksigen. Oleh karena itu pada saat seseorang terkena kram jantung sesegera mungkin menyuplai oksigen tambahan pada penderita. Lalu, obat pereda rasa sakit.Saat rasa sakit secara terus-menerus terjadi maka makin banyak sel-sel jaringan yang akan rusak. Obat pereda rasa sakit dapat mengurangi dampak tersebut. Hal yang terakhir dilakukan adalah pemberian obat yang mampu melebarkan pembuluh darah atau menghancurkan kerak-kerak yang menghambat aliran darah.

”Tapi kalau hal ini terjadi di rumah yang biasanya tidak ada tabung oksigen, maka obat pereda rasa sakit digunakan terlebih dahulu lalu secepat mungkin dibawa ke rumah sakit,” kata dokter yang juga sebagai Internasional Affair untuk The Indonesian Society of Hypertension ini.Lebih lanjut, Ann menjelaskan, bahwa pada prinsipnya kram yang terjadi di seluruh bagian tubuh itu akibat dari peredaran darah yang tidak lancar. Bahkan jika terjadi sakit kepala yang sangat hebat karena aliran darah yang tersumbat juga bisa mengakibatkan kram otak. ”Kram otak ini bisa menyebabkan stroke. Tapi, istilah ini tidak lazim digunakan meski sebenarnya kram itu adalah istilah untuk mengungkapkan rasa sakit,” ujarnya.  (kim)

Jangan Pijat!
Saat kram terjadi, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan :

1. Ketahuilah dahulu otot sebelah mana yang terserang kram.
Observasi bagian itu karena belum tentu pada bagian yang sakit hanya karena kram saja. Pada kasus olahraga melakukan tindakan sembarang pada kram dapat berakibat fatal karena mungkin saja pada bagian kram juga terdapat fraktur atau retak tulang akibat cedera di lapangan.

2. Relaksasikan otot yang menegang.
Jangan sekali-kali memijat bagian yang kram karena dapat berpotensi memecah pembuluh darah:
– Kram yang banyak terjadi pada betis, penanganan pertamanya, orang yang kram berada dalam posisi terlentang sambil mengangkat kaki lalu tekan telapak kaki mengarah ke kepala.
– Kram di perut karena olahraga, posisikan orang yang terserang kram dalam keadaan terlentang. Perlahan masukan telapak tangan di bawah punggung yang sejajar dengan perut, lalu angkat perlahan-lahan hingga posisi perut membusur.

3. Pada cuaca dingin, orang lebih sering terkena kram karena pembuluh darah dan otot mengerut.
Hawa dingin juga membuat seseorang lebih sering buang air kecil, yang artinya juga membuang beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk mengatasi kram pada saat seperti ini, oleskan salep hangat atau balsam pada bagian yang kram dan jangan sekali-kali dipijat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s