Kaki Gajah

Posted: February 14, 2009 in kesehatan

Mencegah Kaki Gajah
Sebagian orang ragu minum obat massal pencegah kaki gajah. Bagaimana sebenarnya?

Evi ragu meminum obat itu. Suaminya baru mengambilkan untuk seisi rumah di rumah Pak RW. Seluruh di pemukiman Megapolitan Cinere mendapat jatah obat yang sama, obat pencegah penyakit kaki gajah.Mendengar tetangganya yang baru keluar rumah sakit lantaran serangan jantung tidak meminum obat itu, keputusan Evi menjadi bulat. Ia memasukkan lima butir tablet itu ke dalam laci.

`’Saya takut nanti kalau ada apa-apa,” katanya.Meski filariasis dan obat pencegahnya telah disosialisasikan, cukup banyak orang seperti Evi. Takut, bingung, dan sejatinya tidak paham benar tentang kedua hal itu.Padahal hanya beberapa kilometer dari rumah Evi, di Krukut, Depok, sejumlah orang sudah menjadi penderita pembengkakan bagian tubuh akibat cacing-cacing filaria.

Secara umum, aman
Dalam rentang tahun 2000 hingga 2001 masyarakat Depok, Jawa Barat dikejutkan dengan sebuah penemuan. Di salah satu daerah di kota tersebut telah ditemukan satu orang penderita kaki gajah. Dinas Kesehatan Depok bahkan Departemen Kesehatan langsung turun tangan. Tes pun dilakukan dan hasilnya positif.
Untuk lebih memastikan survei kemudian dilakukan, diambil sampel sebanyak 500 orang dari beberapa kelurahan sepeti Kelurahan Grogol dan Krukut.

”Hasilnya di atas satu persen dari sampel terkena kaki gajah dan dari perhitungan itu bisa dikatakan Depok endemis,” kata dr Ani Rubiani MKes, kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Penyehatan Lingkungan (P2PPL).Sejak saat itu program penanggulangan pun dilaksanakan di kota Depok seperti juga di kota-kota satelit lainnya seperti Bekasi atau Bogor. Setiap tahun Pemerintah Kota Depok menggelar pengobatan massal. Obat khusus yang diberikan adalah Diethylcarbamazine (DEC) dan Albendazole. ”Obat ini merupakan paket langsung dari Departemen Kesehatan,” ujar Ani.

Menurut Ani, obat ini merupakan obat khusus untuk membunuh cacing filaria yang menyebabkan kaki gajah. Meski obat ini aman dikonsumsi semua orang, namun dalam setiap pengobatan massal obat ini tidak sembarangan diberikan. Pada ibu hamil, anak usia dua tahun ke bawah dan orang-orang dengan penyakit berat tak mendapatkan obat ini. ”Walaupun tidak ada indikasi negatif pada beberapa orang itu tetapi hal ini dilakukan untuk jaga-jaga saja,” kata Ani.

Ahli penyakit tropik dan infeksi, dr Widayat Djoko Santoso, menyatakan yang serupa. Hanya pada kasus-kasus tertentu pada orang yang alergi obat saja yang tidak bisa diberikan obat ini. ”Seperti pada udang, semua orang bisa makan kecuali yang sudah ada bakat alergi,” katanya beranalogi.Tidak diberikan nya obat pada penderita penyakit jantung atau daha tinggi hanya dimaksudkan untuk mengurangi risiko saja.

Selain itu, perlu menggunakan dosis tertentu pada orang-orang yang menderita kerusakan hati atau ginjal. Pemberian dosis yang tepat tidak akan menganggu fungsi dua organ yang sangat sensitif terhadap obat itu. ”Dosis bisa diberikan setengahnya atau dengan dosis tetap tetapi jangka waktu pemberian selanjutnya dibuat lebih lama dua kali lipat,” jelas dia.

Operasi plastik
Obat cacing, menurut Widayat, juga bisa mengurangi risiko terkena penyakit ini. Bahkan, selain obat-obat tertentu seperti DEC atau Abendazole,  obat cacing biasa,  katanya ,  dapat membunuh cacing filaria dalam tubuh. Semakin cepat cacing itu mati maka risiko pembengkakan akan semakin berkurang.

Benarkah bila pembengkakan sudah terjadi penyakit kaki gajah tak dapat disembuhkan? ”Saat sudah terjadi pembengkakan bahkan, cacing masih tetap bisa dibunuh dengan obat cacing,” ujar Widayat, `’tetapi efeknya yang berupa gelambir itu yang tidak dapat disembuhkan kecuali mau operasi plastik.”
Namun, perlu dicatat, pada penderita kaki gajah yang sudah akut, keefektifan obat cacing juga semakin berkurang.

Bukan tidak dapat lagi membunuh cacing, tetapi karena banyaknya sumbatan pada jaringan getah bening yang kecil dan menyebar ke mana-mana sehingga obat tersebut tidak dapat masuk. Akibatnya, meski obat cacing itu termasuk jenis dosis tunggal, pemberian bisa dilakukan berulang-ulang pada penderita yang sangat akut. ”Tujuannya agar obat tersebut bisa menembus melalui celah-celah sumbatan itu dan membunuh cacing yang berada di balik sumbatan,” ujar Widayat.

Untuk lebih memastikan masih ada tidaknya cacing filaria dalam tubuh (untuk upaya pencegahan atau terapi pada penderia yang sudah akut) bisa dilakukan tes pengecekan darah. Dengan melihat hingga ke bagian-bagian yang ukurannya mikroskopis diperiksa keberadaan cacing filaria.Cara yang lain adalah dengan melakukan tes antibodi. Dengan sebuah preparat khusus seseorang dapat ditentukan memiliki cacing filaria dalam tubuhnya atau tidak.

”Pada setiap orang yang tubuhnya masuk benda asing yang dalam hal ini parasit cacing, antibodi akan terbentuk dengan sendirinya,” jelas Widayat.Jika produksi antibodi yang tipikal dengan cacing filaria banyak maka bisa dikatakan pada tubuh orang tersebut terdapat cacing filaria.

Semua Berpeluang Sama
Sebahaya apakah penyakit kaki gajah? Satu hal yang sedikit melegakan. ”Penyakit kaki gajah atau filariasis tidak menyebabkan kematian,” kata dr Widayat Djoko Santoso SpPD KPTI, ahli penyakit tropik dan infeksi.Namun, sebagian besar keluhan tentang filariasis datang seputar masalah estetika. Penyakit ini mengakibatkan suatu bagian tubuh membengkak sangat besar. Dan, kondisi ini tidak dapat kembali seperti semula lagi.

Hal itu terjadi karena, ”Cacing filaria ini masuk di jaringan getah bening. Kalau kelenjar getah beningnya ini buntu maka akan jadi bengkak,” kata Widayat. Penyumbatan kelenjar getah bening itu diakibatkan dari cacing yang memakan jaringan di sekitarnya sehingga timbul kerusakan dan luka.Saat luka itu sembuh, jaringan tidak akan berbentuk seperti semula lagi.

Ada semacam codetan yang tidak rata sehingga jaringan-jaringan kelenjar getah bening yang kecil dan ruwet itu menjadi tersumbat.Proses itu berlangsung selama bertahun-tahun. Dari pengalamannya, Widayat belum pernah menemukan adanya keluhan klinis seperti demam, panas atau nyeri pada saat proses itu berlangsung.

Cegah dini
Gejala filariasis tak terdeteksi. Karena itu, tak heran penyakit ini sering tidak disadari keberadaannya. Akibatnya bengkak-bengkak karena sumbatan itu lama kelamaan semakin besar sehingga menjadi seperti bergelambir. Bagian tubuh terutama kaki menjadi sangat besar dari ukuran yang normal. Itulah sebabnya penyakit ini disebut penyakit kaki gajah.

Penyebaran penyakit ini, jelas pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, asalnya dari nyamuk yang membawa larva cacing filaria dalam perutnya. ”Biasanya jenis culex yang banyak terdapat di rumah-rumah,” ujar dia.Saat nyamuk menggigit larva akan berpindah ke saluran getah bening dan berkembang biak di dalamnya.

Ketika ada nyamuk lain yang menggigit orang yang sudah terdapat cacing filaria dalam tubuhnya, maka nyamuk itu akan membawa larva lagi. Larva itu akan tersebar jika dia menggigit orang yang lain. ”Tidak ada kondisi fisik tertentu yang menyebabkan orang mudah terkena penyakit kaki gajah. Semua orang berpeluang sama,” kata Widayat.

Alhasil, siapa pun orangnya, lanjutnya, jika tidak ingin terkena penyakit kaki gajah harus melakukan pencegahan sejak dini. Pola hidup sehat dan rajin memberantas sarang nyamuk bisa menjadi langkah awal yang baik. ”Pemberantasan vektor yang berupa nyamuk itu sangat penting agar penyakit ini tidak menyebar.”

Ingat Nyamuk, Obat Cacing, dan Benjolan
1. Nyamuk memiliki andil yang sangat besar dalam penyebaran penyakit kaki gajah, sehingga pemberantasan sarang nyamuk menjadi hal yang wajib dilakukan. Terutama pada daerah-daerah endemis atau bagian-bagian rumah yang gelap dan lembab.

2. Memakan obat cacing secara teratur dapat mengurangi risiko. Biasanya meminum obat pembasmi cacing filaria dilakukan setiap satu tahun sekali atau enam bulan sekali.

3. Cacing filaria dalam tubuh dapat dibunuh namun pembengkakan pada bagian tubuh tidak dapat diobati kecuali dengan operasi plastik. Oleh karena itu jika mendapati ada benjolan aneh pada kelenjar getah bening maka segera periksakan.

Jika nyamuk menggigit pada daerah seputar kaki maka kelenjar getah bening pada pangkal paha yang lebih dulu bengkak, jika digigit pada tangan maka kelenjar di bawah ketiak yang akan bengkak, lalu jika digigit pada kepala maka kelenjar pada bagian leher yang menunjukkan pembengkakan. ”Meski bukan berarti benjolan aneh pada kelenjar getah bening adalah penyakit kaki gajah, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri karena siapa tahu bengkak itu karena infeksi lain atau tumor,” kata Widayat Djoko Santoso. (kim)

Advertisements
Comments
  1. sefty says:

    bu saya juga obat kaki gajah nya belum saya minum saya takut kenapa”,
    1. saya lagi menyusui ank sy umur 8 bln
    2.saya tubuhnya sensitif gampang sakit
    3.saya punya penyakit kelenjar di leher dan itu suka bikin sakit kepala berat bu..

    apa itu tidak apa apa minum obat kaki gajah ?,
    trus kalau boleh minum apa obat yg pernah di kasih 3 minggu yg lalu msh bsa di minum?

    • rosyidhakiim says:

      Sebelumnya, perlu saya informasikan bahwa tulisan yang saya posting adalah hasil reportase saya ketika menjadi reporter dan menulis tentang Kaki Gajah. Pertanyaan yang terkait teknis seperti yang ditanyakan adalah diluar kemampuan saya. Mungkin dapat langsung ditanyakan kepada dokter.

  2. Lili suganda says:

    Saya mau tanyak
    Seandainya ada masyarakat yh minum obat tahun pertama minum tapo tahun ke dua tidak dan tahun ke 3 minum
    Apa ada pengaruhnya bakal terkena? Dan bagai mana solusi nya?

    • rosyidhakiim says:

      Sebelumnya, perlu saya informasikan bahwa tulisan yang saya posting adalah hasil reportase saya ketika menjadi reporter dan menulis tentang Kaki Gajah. Pertanyaan yang terkait teknis seperti yang ditanyakan adalah diluar kemampuan saya. Mungkin dapat langsung ditanyakan kepada dokter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s