Doomsday

Posted: February 14, 2009 in Resensi Film

Virus Pemicu Kiamat

Tahun 2008 virus mematikan menyerang Glasgow, Skotlandia. Dalam satu pekan, populasi berkurang drastis akibat virus yang menyerang seluruh penduduk kota. Pemerintah Inggris akhirnya memberlakukan jam malam dan membangun dinding besar agar penduduk Glasgow tidak keluar dari wilayahnya. Siapa pun yang menyeberang akan ditembak mati. Dinding tersebut mengisolasi dataran Inggris menjadi dua bagian: Inggris bagian utara yang penduduknya dibiarkan mati karena virus dan Inggris selatan yang hingga dua dekade bisa hidup tenang.

Selama lebih dari 20 tahun, penduduk di Inggris Utara dipenuhi kekacauan. Bahkan, karena tidak adanya bahan makanan karena isolasi, mereka mulai memakan sesamanya. Hingga akhirnya kehidupan di bagian itu mulai meredup lalu hilang. Sementara di bagian selatan, populasi semakin bertambah dan ternyata virus tersebut berhasil menembus dinding dan masuk dalam komunitas yang masih sehat itu.

Perdana Menteri Inggris Hatcher (Alexander Siddig) yang berada di bawah kontrol Canaris (David O’Hara) hendak mengisolasi kawasan sungai Thames dengan tembok besar agar virus tidak menyebar. Tapi sebelum itu, Canaris memerintahkan sebuah pasukan khusus yang ditugaskan untuk mengambil obat penawar di Inggris Utara. Ternyata, di kawasan itu terdapat populasi yang mampu bertahan dari virus. Major Eden Sinclair (Rhona Mitra), seorang polisi wanita bermata sintetis yang canggih, ditugaskan memimpin pasukan itu.

Pada awal film besutan sutradara Neil Marshall ini, kita serasa menonton Resident Evil versi Inggris. Tokoh utama dalam film Doomsday ini pun dibuat hampir mirip. Seorang wanita dengan kemampuan militer tingkat tinggi yang lihai menggunakan senjata dan bertarung tangan kosong. Namun, seiring durasi yang berjalan, cerita menjadi sedikit berbeda. Dalam film ini Eden Sinclair, sang tokoh utama, tidak harus melawan para zombi lapar. Dia justru harus bertarung dengan para penduduk yang selamat dari serangan virus.

Sedangkan dari segi penceritaan, ide film ini sebenarnya cukup menarik lantaran berusaha menampilkan sisi realitas dari sebuah peradaban yang musnah akibat virus mematikan. Bukan soal monster yang berkeliaran, tetapi manusia yang berubah menjadi barbar karena tidak ada hukum yang mengatur. Namun, karena proses editing yang kurang baik ditambah banyaknya sensor karena banyak menampilkan darah dan kekerasan, penuturan film ini pun sulit diikuti.  (kim)

Pemain: Alexander Siddig, David O’Hara
Sutradara: Neil Marshall
Durasi: 110 menit
Produksi: Rogue Pictures

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s