Bride Wars

Posted: February 14, 2009 in Resensi Film

Bride Wars
Pertemuan Dua Sahabat
KATE HUDSON DAN ANNE HATHAWAY PUNYA MIMPI SERUPA UNTUK PERNIKAHAN MEREKA.

Seperti semua sisi kehidupan, tak ada hubungan yang berjalan mulus tanpa tersandung ujian sebagai ajang pembuktian. Dalam persaudaraan, pernikahan, dan persahabatan, selalu ada proses pembuktian itu. Ini pula yang dialami Liv (Kate Hudson) dan Emma (Anne Hathaway) yang merupakan sahabat baik sejak kecil. Sejak pertama kali bertemu, mereka sudah saling merencanakan sebuah pernikahan idaman mereka.

Impian-impian itu mereka simpan dalam sebuah boks mainan. Namun, di antara impian pernikahan ideal mereka, menikah di Plaza Hotel pada bulan Juni adalah impian terbesar mereka. Sebuah impian yang bermula saat Liv dan Emma kecil bertandang ke Plaza Hotel bersama ibu mereka dan melihat sebuah perhelatan pernikahan yang megah.

Waktu berjalan hingga mereka sama-sama menginjak umur 26 tahun. Liv sudah menjadi seorang pengacara yang hebat dengan penghasilan dan posisi yang luar biasa. Sedangkan Emma menjadi guru baik hati di salah satu sekolah menengah pertama di New York. Mereka masih bersahabat baik dan saling mendukung. Hingga Emma dilamar oleh Fletcher (Chris Pratt), begitu pula dengan Liv oleh kekasihnya Daniel (Steve Howey). Seharusnya, pernikahan mereka menjadi akhir yang bahagia. Namun, ternyata justru peristiwa inilah yang menjadi awal pertempuran kedua sahabat itu.

Marion St Claire (Candice Bergern), perencana pernikahan paling andal di Manhattan, telah melakukan kesalahan akibat keteledoran asistennya. Liv dan Emma terpaksa harus menggunakan tanggal yang sama untuk pernikahan mereka di Hotel Plaza pada bulan Juni. Akan tetapi, mereka tidak ingin mengadakan pernikahan ganda dan tidak ada satu pun yang mengalah untuk menggantinya pada bulan-bulan yang lain. Saat itulah persahabatan mereka diuji. Sabotase hingga perang psikologis pun mereka lancarkan demi mendapat tempat di Plaza Hotel.

Sutradara Gary Winick tampaknya tidak berusaha membuat hal luar biasa untuk Bride Wars. Film ini dibuat mulus, lancar, dan standar saja. Alur runtut berjalan berkisah tentang kedua sahabat tersebut dari kecil hingga dewasa. Segalanya berlangsung mulus hingga pecah konflik di antara mereka. Akting kedua bintangnya, Kate Hudson dan Anne Hathaway, pun tak terlalu menonjol. Kendati dalam film ini, kita akan menyaksikan sosok Hathaway yang berbeda lantaran karakternya lebih ekspresif ketimbang filmfilm sebelumnya. Sudut pengambilan gambar tampaknya tertolong dengan permainan warna kontras lewat atmosfer pernikahan yang kental.

Boleh jadi yang sedikit berbeda adalah kehadiran narator yang datangnya justru bukan dari para pemeran utama. Narasi kisah ini diceritakan oleh tokoh Marion St Calire, sang perencana pernikahan itu. Sayangnya, pemilihan ini bisa jadi justru mengurangi kenikmatan untuk menonton.

Akan tetapi, masih tersisa satu hal yang bisa menjadi poin untuk film ini. Bride Wars menyelipkan pesan-pesan persahabatan yang sangat kental. Perseteruan Liv dan Emma seolah membuka sisi lain dari diri mereka yang selama ini tertutupi. Sebenarnya, Bride Wars adalah kisah dua orang sahabat yang saling melengkapi. Namun, mereka harus berpisah terlebih dahulu untuk menyadari hal tersebut.

Pemain: Kate Hudson, Anne Hathaway
Sutradara: Gary Winick
Durasi: 87 menit
Produksi: 20th Century Fox

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s