Food File #1 – Jangan Tertipu Nama di Daftar Menu

Posted: August 3, 2008 in Uncategorized

Hmmmmmmmm…..merasakan lezatnya makanan dari warteg hingga restoran bintang lima pasti memberikan pengalaman tersendiri. Banyak diantara kita mungkin enggan untuk berbagi pengalaman tersebut.

Ok…..kalau begitu saya coba untuk membagi pengalaman saya. Sebelumnya pernahkah anda merasa bahwa makanan yang dihidangkan oleh pelayan tidak sesuai dengan yang tertera di menu. Maksud saya anda sudah merasa terlena dengan kelezatan deretan huruf di daftar menu.

Ya……saya pastikn beberapa diantara kita pasti pernah mengalami hal itu. Tercengang dengan nama menu yang tertera di daftar, berharap dapat mencicipi sajian yang unik dan lezat, namun saat disuguhkan ternyata hanya sebuah hidangan yang anda nikmati sehari-hari.

Saya pesan batavia salad dong” seru salah seorang teman saya. Wow….”batavia salad” kupikir hidangan yang satu ini harus dicoba. Dalam benak saya, piring yang terhidang akan berisi daun-daun salad, irisan timun, wortel, kubis, dan sayuran lain yang ditaburi saos thousand island atau guacamole (maaf kalau salah tulis).

Tapi siapa sangka, “Batavia salad” yang dimaksud adalah irisan kubis, timun, lontong, tahu, sedikit tauge, lalu disiram dengan saos kacang. Hmmmm tebak jenis makanan apa itu…..????pastinya kita tahu semua.

Pengalaman saya yang lain tentang jebakan nama menu, terjadi beberapa waktu yang lalu. Malam itu saya bertemu dengan kakak saya dan beberapa orang teman saya untuk berdiskusi masalah pekerjaan di Mall Plaza Indonesia.

Waktu berlalu, kakak beranjak karena ada pertemuan lain. Perbincangan masih terus terjadi. Lalu saat semua sepakat untuk mengisi perut, kami pun beranjak dari salah satu cafe di Mall itu. Rencana awal, kami yang pergi berempat itu ingin makan sate. Namun, seorang teman mengusulkan untuk mencoba mie unik di lantai tiga, namanya Mie Item.

Semua sepakat kami pun mendatangi tempat tersebut. Singkat cerita, daftar menu diberikan pada kami. Saya terkejut dengan sebaris nama menu di daftar itu. “Mie Item With Fermented Prawn” tulisan itu berbunyi. Wow….dalam benak saya, bagaimana rasanya udang besar (prawn) yang difermentasi.

Mencoba mencari penjelasan, saya memanggil pelayan dan menanyakan tentang menu itu. “Ini udang dengan bumbu terasi,” kata pelayan itu. Hmmmmm sebagai penggemar terasi penjelasan itu cukup membuat saya bergairah mencoba makanan itu, meski jenis makanan itu tidak sepenuhnya seperti dalam benak saya.

Tidak berapa lama, hidangan tersaji. Mie Item With Fermented Prawn yang terhidang sama sekali berbeda dengan yang saya bayangkan. mie itupun langsung saya cicipi. Hmmmm rasa yang sudah saya kenal menyentuh lidah saya. “Ini rasa terasi,” kata saya. Saya kemudian mencoba mengaduk-aduk mie itu berharap mendapatkan daging udang (prawn). Nihil, yang saya dapatkan hanya dua potong daging ayam. Lalu dimana prawnnya, dalam benak saya.

Setelah saya pikir-pikir, ternyata nama menu yang dimaksud adalah mie item dengan bumbu terasi. Dan terasi itu sendiri terbuat dari udang-udang yang di fermentasi. O la la…….seharusnya mereka tidak menyebut kata Prawn karena kata itu bermaksud udang yang berukuran besar (bukan udang yang biasa dipakai untuk terasi). Silahkan beri komentar atau berbagi pengalaman……

Tips – jangan ragu untuk meminta penjelasan sejelas-jelasnya kepada pelayan tentang nama menu yang asing bagi anda. Semua demi kenyamanan anda menikmati hidangan.

Advertisements
Comments
  1. akuhayu says:

    hahahaha
    ya, ya, ya, kita memang sering ketemu dg menu-menu yang menipu
    anyway, ini hayu mas
    i would be glad if you don’t mind to visit akuhayu.wordpress.com
    ^_^
    oia, salam jitak buat mas fernan
    ternyata kamu di republika juga tho..
    hehehehe
    dunia emang sempit
    ^_^

  2. fernan says:

    betul pak hakiim, saya juga pernah merasakan pengalaman seperti itu….

    tp mungkin pengalaman yang lebih sederhana, karena saya orangnya sederhana jadi ya milih2 makanan yang sederhana.

    waktu itu makan bakso di dekat rumah saya. soalnya saya paling suka bakso, maka saya sempatkanlah suatu kali saya coba-coba makan di tempat itu. eh…ternyata rasanya tidak enak sama sekali. padahal sebelum makan sudah membayangkan bumbu bakso yang bikin air liur mengalir terus itu

    kalo pak hakiim suka coba-coba makanan yang namanya asing, sekali-kali cobalah konsultasi sama bondan winarno aja pak, pengetahuannya tentang jenis-jenis makanan pasti lebih baik daripada anda…mak nyuuuuuuussss!!!!!

  3. kreativaktiv says:

    Technically make love and write is a similar thing! Menulis dan bercinta itu dua hal yang sama dalam teknis pelaksanaannya mas…sama2 butuh sentuhan //cuman beda yang disentuh barangkali//Nah dalam hal sentuh menyentuh itu butuh emosi yang berperan disana. Sentuhan lembut menggoda, sentuhan keras tapi bukan kemarahan, sentuhan aktif nan sensitif, maupun sentuhan ringan bikin gregetan!
    Semua prosesnya tak mampu diuraikan bahkan untuk disederhanakan. Yang ada ketika elo ceritakan proses bercinta itu//baca: tulisan// elo ke orang lain, orang itu akan membayangkan terbang ke lapisan langit kenikmatan yang menyentuh surga level advance.
    Tulisan yang bikin serat2 otak melumer, nggak bikin saraf berpikir sembelit melilit-lilit.
    berkesan deskriptif tapi jangan menggurui terkesan pintar tapi gak keminter. Intinya Feel mainkan….
    Jadi karena elo belon married maka menulislah niscaya elo akan tahu betapa indahnya dunia…..hehehe silahkan cerna sendiri…

  4. ikhsan says:

    mohon izin..numpang lewat.
    blognya bagus nih bos..saya tunggu tulisan-tulisan tentang kulinernya.

  5. nulur says:

    Wuahahaha…lucu juga pengalaman makannya. Gue juga pernah mesen ice lemon tea yang ternyata rasanya malah mirip jamu.

    Emang kadang-kadang kalo mesen masakan model ‘kangkung cah ayam’ jangan pernah heran kalo dapetnya kangkung bejibun dengan beberapa iris ayam aja. Hehehehe…

    nice blog…

  6. mama nabila says:

    sampai sekarang sih saia blm pernah “tertipu” seperti yang saudara alami…hihihi..

    kiim, apa kareba??
    skrg di jkt juga ya?dimana?

    come n visit my diary : narulitaratih.blogspot.com
    leave a comment, okay??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s