Archive for August, 2008

Hmmmmmmmm…..merasakan lezatnya makanan dari warteg hingga restoran bintang lima pasti memberikan pengalaman tersendiri. Banyak diantara kita mungkin enggan untuk berbagi pengalaman tersebut.

Ok…..kalau begitu saya coba untuk membagi pengalaman saya. Sebelumnya pernahkah anda merasa bahwa makanan yang dihidangkan oleh pelayan tidak sesuai dengan yang tertera di menu. Maksud saya anda sudah merasa terlena dengan kelezatan deretan huruf di daftar menu.

Ya……saya pastikn beberapa diantara kita pasti pernah mengalami hal itu. Tercengang dengan nama menu yang tertera di daftar, berharap dapat mencicipi sajian yang unik dan lezat, namun saat disuguhkan ternyata hanya sebuah hidangan yang anda nikmati sehari-hari.

Saya pesan batavia salad dong” seru salah seorang teman saya. Wow….”batavia salad” kupikir hidangan yang satu ini harus dicoba. Dalam benak saya, piring yang terhidang akan berisi daun-daun salad, irisan timun, wortel, kubis, dan sayuran lain yang ditaburi saos thousand island atau guacamole (maaf kalau salah tulis).

Tapi siapa sangka, “Batavia salad” yang dimaksud adalah irisan kubis, timun, lontong, tahu, sedikit tauge, lalu disiram dengan saos kacang. Hmmmm tebak jenis makanan apa itu…..????pastinya kita tahu semua.

Pengalaman saya yang lain tentang jebakan nama menu, terjadi beberapa waktu yang lalu. Malam itu saya bertemu dengan kakak saya dan beberapa orang teman saya untuk berdiskusi masalah pekerjaan di Mall Plaza Indonesia.

Waktu berlalu, kakak beranjak karena ada pertemuan lain. Perbincangan masih terus terjadi. Lalu saat semua sepakat untuk mengisi perut, kami pun beranjak dari salah satu cafe di Mall itu. Rencana awal, kami yang pergi berempat itu ingin makan sate. Namun, seorang teman mengusulkan untuk mencoba mie unik di lantai tiga, namanya Mie Item.

Semua sepakat kami pun mendatangi tempat tersebut. Singkat cerita, daftar menu diberikan pada kami. Saya terkejut dengan sebaris nama menu di daftar itu. “Mie Item With Fermented Prawn” tulisan itu berbunyi. Wow….dalam benak saya, bagaimana rasanya udang besar (prawn) yang difermentasi.

Mencoba mencari penjelasan, saya memanggil pelayan dan menanyakan tentang menu itu. “Ini udang dengan bumbu terasi,” kata pelayan itu. Hmmmmm sebagai penggemar terasi penjelasan itu cukup membuat saya bergairah mencoba makanan itu, meski jenis makanan itu tidak sepenuhnya seperti dalam benak saya.

Tidak berapa lama, hidangan tersaji. Mie Item With Fermented Prawn yang terhidang sama sekali berbeda dengan yang saya bayangkan. mie itupun langsung saya cicipi. Hmmmm rasa yang sudah saya kenal menyentuh lidah saya. “Ini rasa terasi,” kata saya. Saya kemudian mencoba mengaduk-aduk mie itu berharap mendapatkan daging udang (prawn). Nihil, yang saya dapatkan hanya dua potong daging ayam. Lalu dimana prawnnya, dalam benak saya.

Setelah saya pikir-pikir, ternyata nama menu yang dimaksud adalah mie item dengan bumbu terasi. Dan terasi itu sendiri terbuat dari udang-udang yang di fermentasi. O la la…….seharusnya mereka tidak menyebut kata Prawn karena kata itu bermaksud udang yang berukuran besar (bukan udang yang biasa dipakai untuk terasi). Silahkan beri komentar atau berbagi pengalaman……

Tips – jangan ragu untuk meminta penjelasan sejelas-jelasnya kepada pelayan tentang nama menu yang asing bagi anda. Semua demi kenyamanan anda menikmati hidangan.