Rosyidhakiim’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Kram 2

with one comment

Sakitnya Terserang Kram
Bila kram terjadi, apa yang penting diwaspadai?

Andika (15 tahun) kerap terjaga di malam hari. Sesaat ia tak sadar apa yang terjadi. Berteriak-teriak kesakitan sambil menggerak-gerakkan kakinya ke kiri dan kanan.Dalam beberapa detik ia sadar sedang terserang kram. Pada saat ibunya sudah masuk kamar, sigap membalur balsam di betisnya. Ia pernah beberapa kali kram kaki saat berenang.Kram amat umum terjadi. Hampir setiap orang pernah mengalami kram. Kram umum terjadi pada orang dewasa, bertambah sering sesuai peningkatan umur. Kendati begitu, anak-anak pun bisa mengalami kram.

Pada prinsipnya, ahli jantung dan pembuluh darah Arieska Ann Soenarta MD SpJP menjelaskan, kram yang terjadi di seluruh bagian tubuh itu akibat dari peredaran darah yang tidak lancar.Kram terasa sangat sakit. Biasanya penderita terpaksa harus berhenti dulu dari kegiatannya bila terserang kram. Ia harus menyembuhkan dulu kramnya. Sebab, ia tak bisa melanjutkan aktivitasnya saat kram.

Kram bisa berlangsung hanya beberapa detik bahkan ada yang hingga 15 menit. Sering kali kram terjadi berulang beberapa detik hingga betul-betul hilang.Rasa sakit saat kram, yang biasanya terjadi pada betis dan kaki, bisa sangat mengganggu aktivitas yang sedang dikerjakan. Otot yang terserang keram umumnya adalah otot rangka. Yakni, otot yang kontraksinya kita sadari seperti pada otot kaki dan tangan. Tapi, kram bisa juga menyerang pada otot yang kontraksinya tidak kita sadari seperti pada kram jantung atau kram perut.

Menurut Ann, jika terjadi sakit kepala yang sangat hebat karena aliran darah yang tersumbat juga bisa mengakibatkan kram otak. ”Kram otak ini bisa menyebabkan stroke. Tapi, istilah ini tidak lazim digunakan meski sebenarnya kram itu adalah istilah untuk mengungkapkan rasa sakit,” ujar dia.
Kram jantung ataupun kram otak memang sangat berbahaya karena bisa berakibat langsung pada nyawa. Tetapi, kram-kram yang lain juga tidak boleh dikesampingkan.

Organ gerak tubuh
Kram kerap terjadi saat kita berolahraga. Dosen kesehatan olahraga Drs Joko Pekik Irianto MKes menjelaskan kram tersebut terjadi karena kondisi otot yang kontraksi secara terus-menerus. Konsultan kebugaran ini mengategorikan tiga penyebab kram pada organ-organ gerak tubuh. Pertama, karena otot tidak bisa bekerja akibat kehabisan energi. Agar otot bisa memanjang dan memendek sesuai fungsinya dibutuhkan energi. Namun, apabila energi dalam tubuh itu terlalu terforsis penggunaannya maka elastisitas otot akan berkurang.

Kedua, energi pada otot masih tersedia tetapi elektrolitnya berkurang atau kebutuhan antara intrasel dengan intersel tidak seimbang. Setiap seseorang berolahraga pasti mengeluarkan keringat. ”Keringat itu keluar bersama mineral atau elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh,” ujar Joko. Semakin berkurang elektrolit dalam tubuh maka semakin besar peluang terkena kram.

Pengebab ketiga, energi dalam otot masih tersedia, elektrolit juga masih ada akan tetapi suplainya ke otot terbendung oleh produksi asam laktat. Asam ini secara natural diporduksi oleh tubuh saat kita terlalu memaksakan diri saat olahraga atau melakukan aktivitas fisik. Saat elektrolit dan nutrisi untuk otot berkurang maka kram akan terjadi.

”Pada orang yang berolahraga anggota gerak bagian bawah seperti otot paha dan betis yang sering terserang kram,” ungkap pengajar kesehatan olahraga di Universitas Negeri Yogyakarta ini. Meski dengan prinsip yang hampir sama, organ gerak tubuh yang lain bisa terjadi kram.Tak ada uji khusus untuk kram. Umumnya orang tahu yang dimaksud dengan kram saat mereka mengalaminya. Orang yang tak mengalaminya pun tahu dengan meraba bagian tubuh yang kena kram. Terasa tegang, otot teraba sangat kaku. (kim)

Written by rosyidhakiim

February 14, 2009 at 7:34 am

Posted in kesehatan

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Maaf sebelumnya, untuk menjawab pertanyaan ini sebenarnya bukan kapasitas saya karena, profesi saya bukan dokter melainkan wartawan yang banyak menulis tentang kesehatan. Tapi sejauh yang saya tahu, kram itu disebabkan karena kurangnya nutrisi pada otot dan aliran darah yang membawa nutrisi tidak lancar. Sehingga setiap otot berpeluang terkena kram. Jadi sebaiknya anda memperhatikan pola makan, dan juga jangan memaksa tubuh anda bekerja terlalu keras.

    rosyidhakiim

    May 26, 2009 at 12:41 am


Leave a Reply